Ekonomi Bisnis Bahan Makanan Sumbang Inflasi Tertinggi

Bahan Makanan Sumbang Inflasi Tertinggi

Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum merilis data inflasi kota Bandarlampung, Senin (10/6). Foto Elga Puranti/radarlampung.co.id
Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum merilis data inflasi kota Bandarlampung, Senin (10/6). Foto Elga Puranti/radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menunjukan, kelompok bahan makanan mengalami Inflasi tertinggi di bulan Mei 2019, yakni sebesar 2,17 persen. Secara keseluruhan, kota Bandarlampung sendiri mengalami Inflasi sebesar 0,81 persen.

Kepala BPS Lampung Yeane Irmaningrum mengatakan, inflasi yang dialami kota Bandarlampung lantaran adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 136,42 pada April 2019, menjadi 137,53 pada Mei 2019.

“Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi atau kenaikan indeks di Kota Bandarlampung. Di antaranya, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,17 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 1,46 persen,” kata Yeane saat jumpa pers di kantornya, Senin (10/6).

Selanjutnya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,33 persen; kelompok kesehatan 0,29 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,13 persen; dan kelompok sandang 0,04 persen. Sebaliknya, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami deflasi (penurunan indeks) sebesar 0,33 persen.

“Inflasi kota Bandarlampung senilai 0,81 persen tersebut, separuhnya dipengaruhi dua komoditas. Yakni cabe merah 0,24 persen dan bawang putih 0,19 persen. Di bulan April, harga bawang putih memang terus naik hingga pertengah bulan Mei. Diharapkan harga bisa menurun di bulan Juni,” tambahnya.

Selain itu, komoditi lain yang dominan memberikan andil dalam pembentukan inflasi bulan Mei 2019 diantaranya angkutan antar kota 0,14 persen; kangkung 0,04 persen; mobil 0,04 persen; bayam 0,04 persen; daging ayam ras 0,04 persen; gula pasir 0,03 persen; cumi-cumi 0,03 persen; dan telur ayam ras 0,03 persen. (ega/kyd)

Baca :   Okupansi Hotel di Lampung Meningkat

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini