Lampung Raya Sistem Zonasi Dikeluhkan, Ini Kata Kadisdikbud Lampung

Sistem Zonasi Dikeluhkan, Ini Kata Kadisdikbud Lampung

Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Sulpakar. Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) lewat sistem zonasi cukup membuat orangtua calon siswa khawatir.

Seperti yang diungkapkan salah satu orang tua murid yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut. Dirinya mengeluhkan jarak dari rumah ke sekolah yang sesuai zonasi cukup jauh sekitar 5-7 km. Sedangkan, ada sekolah yang lebih dekat, tapi tidak masuk zonasi wilayahnya. Sehingga, dirinya khawatir jika nanti anaknya tidak bisa diterima di sekolah yang masuk zonasi karena jaraknya yang cukup jauh.

“Seharusnya kan zonasi ini mendekatkan tempat tinggal ke sekolah. Rumah saya di Kecamatan Rajabasa perbatasan dengan Labuhan Ratu dan Langkapura. SMA yang masuk zonasi SMA N 7 , SMA N 13, dan SMA N 14. Kalau dari zonasi, rumah saya lebih dekat ke SMA N 9 dibandingkan ketiga sekolah tersebut. Nah, kalau nanti dicari jarak yang paling dekat, saya khawatir anak saya tidak masuk ke sekolah negeri manapun,” jelasnya.

Baca :   Klarifikasi PNS Berpolitik, KASN Sambangi Pemprov Lampung

Ia berharap, PPDB jenjang SMA dapat direncanakan dengan matang, agar dapat diterima oleh masyarakat yang ingin memasukkan anaknya ke SMA.

“Direncanakan dengan matang, terutama zonasinya. Agar tidak ada keluhan masyarakat ke depannya,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulpakar menjelaskan, sistem zonasi sudah dipetakan melalui aplikasi yang bekerjasama dengan pihak Telkom. Sehingga, pemetaan zonasi tidak bisa dirubah, dan itu murni melalui sistem.

“Pemetaan zonasi ini tanpa campur tangan kami. Jadi, itu benar-benar melalui aplikasi udara. Pastinya sistem ini ada pro dan kontra dari masyarakat, tetapi kita kan mengikuti aturan yang ada. Aturannya seperti itu, ya kita laksanakan,” ujarnya.

Baca :   Sepekan Dibuka, Pansel Tak Tahu Jumlah Pendaftar Lelang Sekprov Lampung

Menurutnya, jumlah sekolah dan jumlah lulusan yang tidak sebanding, memungkinkan peserta didik tidak dapat tertampung semua di sekolah negeri. Sehingga, pihaknya mengimbau untuk orangtua juga menyiapkan sekolah swasta untuk anaknya.

“Jumlah sekolah kita kan tidak sebanding dengan lulusannya. Jadi pastinya akan ada yang kecewa karena anaknya tidak bisa diterima di negeri. Ada alternatif lain, masih ada sekolah swasta. Saya rasa, sekarang ini mutu dan kualitas sekolah swasta juga sudah bagus,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada lapisan masyarakat untuk dapat mengikuti mekanisme pendaftaran sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengikuti mekanisme pendaftaran ini sesuai dengan aturan,”pungkasnya. (rur/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini