Pendidikan Terbebani UKT, Orangtua Maba Unila Banding

Terbebani UKT, Orangtua Maba Unila Banding

Salah satu orangtua calon maba Unila tengah mendaftar untuk mengajukan banding nilai UKT di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila, Kamis (13/6). Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id- Banyak orangtua calon mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengajukan banding Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Seperti salah satu orang tua calon maba Unila Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Penjaskes, Neneng. Dirinya sudah mengajukan banding sebanyak dua kali, karena dirasa nilai UKT masih terlalu tinggi bagi beban ekonominya. Dirinya hanya seorang ibu rumah tangga, dan suaminya hanya bekerja di bengkel.

“Ya ini sudah dua kali mengajukan banding. Yang pertama kemarin sudah turun dari Rp 4.800.000 ke Rp 2.900.000, tapi masih cukup berat buat kami. Ya harapan kami, bisa turun ke Rp 1 juta. Bapaknya hanya kerja di bengkel yang pengahasilannya Rp 1 juta perbulan,” katanya, Kamis (13/6).

Baca :   Fakultas Hukum Unila Masih Jadi Favorit

Anaknya, Nuke berharap, uang UKT bisa dikurangi sesuai dengan kemampuan ekonomi orangtuanya. Sebab, ia juga masih mempunyai beberapa adik yang mesti dibiayai sekolahnya.

“Ya harapannya bisa dikurangi. Agar tidak membebani orangtua juga,” tukasnya.

Senada diungkapkan orangtua lainnya, Riswanda yang merupakan warga Kedaton, yang merupakan orangtua dari Lulu Dewayanti. Dirinya juga mengajukan banding kedua untuk bisa menurunkan jumlah UKT yang harus dibayarkan.

“Kerjaan saya tidak tetap. Belum transportasi, untuk anak-anak sekolah. Tapi tadi dibilangin agar nanti diajukan beasiswa anak saya biar bisa gratis biaya pendidikan,” katanya.

Baca :   Jalur Mandiri Unila Masih Minim Pendaftar

Untuk diketahui, UKT tersebut tertuang di dalam Surat Keputusan Kemenristek Dikti Nomor: 383/M/KPT/2018 tentang biaya kuliah tunggal dan UKT pada perguruan tinggi di lingkungan Kemenristek Dikti.

Dimana, UKT tertinggi mencapai Rp 17 Juta persemester di Fakultas Kedokteran dan yang terendah ada di grade pertama Rp 0 terkhusus bagi mahasiswa PMPAP. Kemudian, grade II sekitar Rp 1 juta, grade III dan IV Rp 2 hingga 4 Juta, dengan 69 prodi dari delapan fakultas yang bermacam-macam nilai UKT. (rur/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini