oleh

Klaim Laka Arus Mudik Turun 15 Persen

  1. RADARLAMPUNG.CO.ID – Polda Lampung mengklaim operasi ketupat krakatau 2019 yang berlangsung selama 15 hari berjalan lancar dan normal. Hal itu disampaikan oleh Wadirlantas Polda Lampung AKBP Anang Tri, Kamis (13/6).

“Selama operasi dilaksanakan tidak ada kejadian yang begitu heboh seperti macet di jalur, karena kami sudah melakukan rekayasa di beberapa titik kemacetan,” ujarnya.

Belajar dari kemacetan tahun lalu seperti di Mutun, Bandar Jaya, dan beberapa titik kemacetan bisa diantisipasi dengan rekayasa. “Yang intinya rekayasa ini mengutamakan kendaraan pemudik agar tidak terjadi kemacetan,” bebernya.

“Kedua, kami kerjasama dengan rekan di tol untuk membuka akses jalan protebel yang menghubungkam tol yang operasionl ke yang fungsional di km 140,itulah langkah-langkah kita,” imbuhnya.

Baca :   Polda Klaim Kasus Curas di Lampung Turun hingga 48 Persen

Selain itu, kata Anang, saat arus balik pihaknya melakukan kanalisasi di Pelabuhan Bakauheni. “Maksudnya untuk membagi kendaraan yang balik, kami arahkan ke gate-gate sesuai peruntukannya. Sehingga tidak terjadi suatu perpotongan (kendaraan memotong jalan, red) di sana sehingga berjalan lancar,” paparnya.

Anang mengakui sempat terjadi kemacetan panjang di Bakauheni, namun itu bukan mengarah ke ranah pihaknya. Melainkan karena daya tampung kapal penyebrangan.

Baca :   Polda Lampung-Forkopimda Lamtim Deklarasi Jabung Aman

“Memang kemarin ada antrean panjang, cuma bukan ranah kami karena ketika kendaraan datang ke pelabuhan, daya tampung kapal itu antrinya yang menghambat, bukan kemacetan. Tapi jalan sebelumnya sudah aman tidak gangguan,” tegasnya.

Disinggung soal angka kecelakaan, Anang mengaku ada penurunan hingga 15 persen dibanding tahun lalu.

“Kalau laka terjadi penurunan 15 persen, dan korban jiwa hanya tiga, jadi sifatnya human error. Warga mengguakan tol jalan lurus sedangkan dia memaksakan diri saat mengantuk. Kecelakaan ini ada yang di jalan tol dan jalanalteri,” tandasnya. (ang/sur)



Komentar

Rekomendasi