Ekonomi Bisnis Sentralisasi Dicabut, SPBU Hanya Suply 8 Kiloliter Premium Sehari

Sentralisasi Dicabut, SPBU Hanya Suply 8 Kiloliter Premium Sehari

Puluhan kendaraan roda empat tengah mengantri premium di SPBU 24 351 125 Wayhalim, Bandarlampung, Selasa (11/6). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung telah mencabut kebijakan sentralisasi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium per April 2019 lalu. Pihak SPBU mengaku hal tersebut berdampak pada penjualan BBM jenis Pertalite.

Sebelumnya, Pemkot Bandarlampung memberlakukan sentralisasi BBM jenis premium pada 6 SPBU. Diantaranya SPBU 24.352-43 Jl. Yos Sudarso, Waylunik, SPBU 24.352-73 Jl. Pramuka, Rajabasa, dan SPBU 24.352-30 Jl. Soekarno Hatta, Labuhanratu.

Serta, SPBU 24.352-33 Jl. Soekarno Hatta, Kalibalau Kencana, SPBU 24.352-113 Jl. Urip Sumoharjo no. 31, Wayhalim Permai, dan SPBU 24.352-37 Jl. P. Emir M. Noer, Durian Payung. Kemudian, per April 2019 lalu, premium telah kembali didistribusikan ke 30 SPBU yang ada di kota Bandarlampung.

Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung, Budiono mengatakan bahwa ketika adanya kebijakan sentralisasi, satu SPBU bisa menyuply hingga 48 Kliloliter (Kl) BBM jenis premium/harinya.

“Nah ini juga membuat ketidakseimbangan antara penjualan premium dan BBM jenis lain di SPBU tersebut. Sehingga penjualan pertalite jadi menurun. Tetapi kalau sekarang sudah seimbang, setelah dicabut kebijakan sentralisasi tersebut,” kata Budiono kepada Radarlampung.co.id, Senin (17/6).

Untuk saat ini, sambungnya, BBM jenis Premium sudah bisa didapatkan di 30 SPBU yang ada di kota Bandarlampung. Namun, setiap SPBU biasanya hanya menyuply 8 Kl atau 8000 liter/harinya.

Di samping itu, adanya pencabutan sentralisasi premium otomatis mengembalikan sejumlah SPBU pada rutinitas awal. Sehingga tak jarang akan ditemui antrian panjang sejumlah kendaraan yang ingin mendapatkan BBM bersubsidi tersebut

“Saya rasa itu wajar. Karena keadaan kembali lagi seperti semula. Karena itu juga kita mau edukasi sama masyarakat supaya kalau bisa dan kalau tidak mau antri, ya isinya pakai pertalite atau pertamax saja,” tandasnya. (ega/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini