Bandarlampung Dugaan Malapraktik, RSUDAM Klaim Dokter Bertindak Sesuai Prosedur

Dugaan Malapraktik, RSUDAM Klaim Dokter Bertindak Sesuai Prosedur

Batin Sinar (83), yang masih tergolek lemas dengan luka menganga pascaoperasi, Rabu (19/6). Ia menjalani perawatan di Ruang Mawar RSUDAM. FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID
Batin Sinar (83), yang masih tergolek lemas dengan luka menganga pascaoperasi, Rabu (19/6). Ia menjalani perawatan di Ruang Mawar RSUDAM. FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Kondisi Batin Sinar (83), warga Jalan Kelud 1, Perumnas Wayhalim, Wayhalim, Bandarlampung memburuk pascaoperasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM). Ibu dari Sukardi Hamdani (44), yang sempat koma ini menjalani perawatan di Ruang Mawar.

Sukardi mengatakan, kondisi ibunya masih lemah. Luka pascaoperasi kerap membuat Batin Sinar kesakitan. “Luka jahitan di perut tidak mengering. Bahkan ada infeksi empat hari belakangan ini,” kata Sukardi di ruang perawatan, Rabu (19/6).

Sukardi mengatakan, pada 20 Mei lalu, ibunya mengeluh tidak bisa buang air. Kemudian dokter di RSUDAM menyatakan, wanita itu harus dioperasi.

Baca :   Ratusan PNS Jadi Pasien Rawat Jalan di RSJ

“Setelah operasi, luka menganga. Kata dokter tidak apa-apa. Bahkan dua hari mau Lebaran, ibu saya disuruh pulang oleh dokter jaga. Tapi saya nggak mau. Nah, empat hari ini ketahuan lukanya infeksi,” sebut dia.

Kecewa dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit itu, Sukardi akhirnya melaporkan masalah ini ke Ombudsman Perwakilan Lampung. “Hari Senin (17/6) saya lapor. Hari itu juga kepala Ombudsman-nya meninjau langsung. Bahkan kepala pelayanan rumah sakit datang, tapi tidak mau bersalaman atau menyapa saya. Baru dari situ infus makanan dan perban perut untuk luka kembali diberikan,” urainya.

Baca :   Kondisi Mulai Membaik, Sultan Menunggu Jadwal Operasi

Kabag Humas RSUDAM Akhmad Sapri membenarkan perwakilan Ombudsman Lampung telah meninjau pasien tersebut. Ia menyatakan, Batin dioperasi karena Hernia Inkarserata dan telah melalui operasi Cito.

“Itu salah satu penyakit usus yang terjepit cincin Hernia. Tindakan satu-satunya operasi Cito. Artinya operasi yang tidak memerlukan persiapan atau dilakukan mendadak,” kata Akhmad Safri.

Terkait tindakan keluarga pasien yang melaporkan dugaan malapraktik, Ahmad Safri menegaskan dokter sudah bertindak sesuai aturan.

“Dokter di sini sudah melakukan (operasi) sesuai prosedur yang ada,” kata dia. (mel/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini