Lampung Raya Setelah Bayi, Warga Tulangbawang Temukan Mayat Wanita Paro Baya di Dalam Sumur

Setelah Bayi, Warga Tulangbawang Temukan Mayat Wanita Paro Baya di Dalam Sumur

83
Personil Polsek Denteteladas bersama warga mengevakuasi mayat Poniah dari dalam sumur. FOTO DOKUMENTASI POLSEK DENTETELADAS FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penemuan mayat di dalam sumur kembali terjadi di Tulangbawang. Bila belum lama ini mayat bayi ditemukan di dalam sumur, giliran warga Dusun Pasir Rahayu, Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Denteteladas, Tulangbawang, dihebohkan penemuan mayat perempuan mengapung di dalam sumur warga kampung setempat.

Kapolsek Denteteladas AKP Rohmadi mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB, Selasa (18/6).

Rohmadi menerangkan, Polsek Denteteladas mendapatkan informasi penemuan sesosok mayat perempuan mengapung di dalam sumur tersebut dari personil yang sedang melaksanakan kegiatan rutin patroli pencegahan curas, curat, dan curanmor di wilayah hukum Polsek.

“Ketika melintas di Kampung Pasiran Jaya, petugas kami mendapatkan informasi dari warga bahwa ada penemuan mayat seorang perempuan di dalam sumur milik salah satu warga,” kata Rohmadi kepada radarlampung.co.id, Rabu (19/6).

Benar saja, setibanya di lokasi, polisi mendapati sosok mayat tersebut telah dalam keadaan mengapung di dalam sumur.

“Petugas bersama warga lalu melakukan evakuasi terhadap mayat dari dalam sumur dilanjutkan olah tempat kejadian perkara,” ungkap Kapolsek.

Setelah itu, mayat perempuan tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Pasiran Jaya untuk dilakukan VER (visum et repertum), sementara di lokasi peristiwa dipasang garis polisi.

Belakangan diketahui, identitas mayat tersebut adalah Poniah (53) seorang ibu rumah tangga yang juga warga Dusun Pasir Rahayu, Kampung Pasiran Jaya.

“Saat ini petugas kami bersama Tekab 308 Polres masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab kematiannya,” tandasnya. (nal/sur) 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini