Bandarlampung Rumdis Wakil Wali Kota Masih Tak Berpenghuni

Rumdis Wakil Wali Kota Masih Tak Berpenghuni

Tampak rumput-rumput panjang tumbuh di sekitar rumah dinas jabatan wakil wali kota Bandarlampung. Foto dibidik Kamis (20/6). FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rumah dinas (Rumdis) jabatan Wakil Wali Kota Bandarlampung yang terletak di Jl. Emir M. Noer, Telukbetung Utara yang dibangun tahun 2018 silam, sampai saat ini belum juga ditempati pejabat bersangkutan.

Di mana, rumdis yang dibangun bersamaan dengan rumah dinas jabatan ketua DPRD Bandarlampung itu sendiri memakan anggaran sekitar Rp3,5 miliar dan telah rampung pada Desember 2019.

Terpantau pada Kamis (20/6) di bagian depan pagar rumah dinas, ditumbuhi rumput-rumput tinggi mengelilingi seputaran pagar. Suasana bagian dalam pagar tampak sepi tidak ada satu orang pun terlihat.

Baca :   Wakil Wali Kota Ajak Meriahkan Metro Expo

Kabag Umum Pemerintah Kota Bandarlampung Denis Adi Wijaya menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima penyerahan rumah dinas jabatan wakil wali kota dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandarlampung.

“Ya, bagian perawatan memang tanggung jawab bagian umum. Namun sampai saat ini rumah dinas jabatan Wakil Wali Kota belum diserahkan ke bagian umum. Mungkin, memang kalau enam bulan pertama masih tanggung jawab pengembang,” ujarnya, Kamis (20/6).

Kendati belum diserahkan ke bagian umum, Denis menuturkan beberapa waktu lalu telah melakukan bersih-bersih di area rumah dinas tersebut. “Belum lama ini perintah pak sekda suruh dibersihkan, dan sudah kami lakukan,” ungkapnya.

Baca :   Wakil Wali Kota Ajak Meriahkan Metro Expo

Terkait siapa yang akan menempatinya nanti, Denis mengku tidak mengetahuinya. Menurutnya itu kewenangan dari pimpinan. “Kurang tau kalau yang akan nempatin, itu dibangun untuk rumah jabatan Wakil Wali Kota,” ucapnya.

Saat ditanya berapa anggaran yang akan dianggarkan untuk rumah dinas tersebut, Denis mengaku sekitar Rp50 juta dalam setahun. “Biaya perawatan relatif, sekitar Rp50 juta di sana. Termasuk bersih-bersih rumput, pengecatan dan lainnya,” terangnya. (pip/sur) 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini