oleh

Ups, Ada Istilah Lain untuk Potong Uang Proyek

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kian banyak istilah muncul pada upaya dugaan pemotongan berupa fee proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Mesuji.

Dalam persidangan yang digelar hari ini (20/6), salah satu saksi yaitu Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas PUPR Mesuji Andre Alrendra mengaku adanya potongan 20 persen yang disebut dana administrasi.

Hal itu diakui Andre saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto bertanya ke dirinya terkait kewenangan Andre sebagai PPK.

“Terkait proyek dalam kewenangan anda yang juga menjabat sebagai PPK ada enggak setoran potongan sebesar 20 persen?” tanya Wawan Yunarwanto, di persidangan.

Mendengar pertanyaan itu, Andre menjelaskan, apabila terkait sifatnya proyek itu tidak ada. “Kalau dana administrasi umum ada, seperti APK (pembelian alat kantor), perjalan dinas, dan konsumsi,” kata Andre.

Selanjutnya, Andre menjelaskan pemotongan tersebut untuk memenuhi dana kegiatan di luar pendanaan pemerintah. “Jadi kalau ada acara seperti kegiatan tahun baru di-backup dari situ. Kan buat kegiatan kami, belum tentu juga saat tahun baru kami ada uang,” jelasnya.

JPU Wawan pun kembali bertanya apakah dalam proyek rekanan yang menang dibebankan fee? “Nah kalau menang apakah mereka wajib bayar fee?” tanya Wawan.

Mendengar pertanyaan itu, Andre menjawab apabila melalui dirinya tidak ada. “Ya kalau melalui saya enggak ada,” singkat Andre.

Disinggung soal nama-nama pemenang proyek yang pernah diusulkan Wawan Suhendra selaku Sekretaris Dinas PUPR Mesuji, Andre mengaku lupa. “Sepetinya, tapi saya enggak yakin. Ada usulah tapi saya enggak ingat,” jawab Andre.

“Terus alasan anda sebegai kepala ULP mengatur nama-nama yang diusulkan apa?” sela Wawan.

“Kebetulan pekerjaan yang diusulkan di tempat kami soal barang, jadi sudah sesuai dengan kebutuhan,” timpal Andre.

Andre pun mengakui jika pemenang lelang pengadaan barang adalah PT Jasa Promix dan CV Cecelia Putri. “Tapi setahu saya setelah kejadian ini,” kata Andre.

Wawan pun menanyakan alasan lain Andre mengikuti usulan Wawan Suhendra. “Dalam berita acara saya, yang jelas saya tidak berani menolak,” jawab Andre lagi.

Dan, Wawan pun bertanya lagi kenapa Andre terkaut alasan tidak berani menolak.

“Alasan pertama apa yang diminta itu sudah sesuai, kedua memang saya enggak berani,” jawab Andre.

JPU KPK pun terus mencecar, apa yang dimaksud tidak berani menolak.

“Ya karena peranan beliau (Wawan, red) kuat. Menurut pandangan saya, beliau komunikasinya baik dengan pak bupati,” sebut Andre.

“Anda bilang begitu pasti punya fakta, dasarnya apa kalau dekat bupati,” tanya JPU Wawan.

“Dari pengamatan saya, kebiasan kepemimpinan pak bupati selalu ada koordinasi dengan Wawan soal jalan, apalagi masalah di Mesuji adalah jalan, jadi sering koordinassi terus dengan Kabid Bina Marga yang saat itu dijabat Wawan Suhendra,” tandas Andre. (ang/sur)



Komentar

Rekomendasi