oleh

PT Muhammadiyah Pringsewu bersiap menjadi Universitas

radarlampung.co.id – Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pringsewu bersiap menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPri). Ini ditandai dengan visitasi dan evaluasi lapangan oleh Ditjen Kelembagaan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikti) terkait penggabungan STKIP, STIE, dan STIKes Muhammadiyah Pringsewu menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu di Gedung Graha Ahmad Dahlan, komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pringsewu, Jumat (21/6).

Selain tim Asesor, kegiatan ini dihadiri Bupati Pringsewu Sujadi beserta jajaran pemkab, perwakilan PW Muhammadiyah Lampung Sukri, M.Pd dan PD Muhammadiyah Pringsewu  Attoriyadi. Kemudian Ketua STKIP Rahman, M.M, M.Pd.; Ketua STIE, dan STIKes Muhammadiyah Pringsewu Ns. Arena Lestari M.; Ketua BPH Penggabungan/Penyatuan STKIP, STIKes dan STIE menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung Drs. H. Wanawir, M.M.,M.Pd.

Bupati Sujadi mendukung berdirinya Universitas Muhammadiyah Pringsewu. “Visitasi ini sangat bersejarah. Bukan saja bagi Muhammadiyah, namun juga bagi Pringsewu,” kata Sujadi.

Baca :   HUT Pringsewu Di Antara Wabah Corona, Semoga Menjadi Semangat Pemersatu

Sementara, ketua tim dari Ditjen Kelembagaan, Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikti) Dr. Heri Fathurrahman mengatakan, ada lima kriteria yang harus dipenuhi oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pringsewu untuk beralih status menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu.

Yakni legalitas organisasi, aspek lahan (minimal 10.000 m2), program studi, aspek keuangan, serta sarana dan prasarana. “Insha Allah, rencana ini dapat terlaksana dan tidak ada hambatan. Jika ada kekurangan, kami akan segera memberitahukannya untuk dapat segera dilengkapi,” ujarnya. (sag/ais)

Komentar

Rekomendasi