Uncategorized Urus Proyek 3 Rekanan, Kasi Jalan Mengaku Dapat Fee Dari 2 Rekanan

Urus Proyek 3 Rekanan, Kasi Jalan Mengaku Dapat Fee Dari 2 Rekanan

Bupati Mesuji nonaktif Khamami mendengarkan keterangan saksi Lutfi Mediansyah, Senin (24/6). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dalam persidangan suap fee proyek infrastruktur pada Dinas PUPR Mesuji yang menghadirkan tiga terdakwa Khamami, Wawan Suhendra, dan Taufik Hidayat, Lutfi Mediansyah selaku Kasi Jalan Dinas PUPR Mesuji bidang Bina Marga mengaku beberapa kali diberi uang oleh Kardinal.

“Ya, selama ini saya akui pernah menerima uang sebesar Rp5 juta oleh Kardinal sebanyak tiga kali. Total ada Rp15 juta uang yang saya terima, saat itu Kardinal bilang uang itu merupakan fee untuk saya saat pencairan uang proyek sedang dimulai,” aku Lutfi di hadapan Ketua Majelis Hakim Siti Insirah, Senin (24/6).

Baca :   Bacakan Pledoi, Adik Khamami Heran Kenapa Masuk Pusaran Suap Fee Proyek

Menurut Lutfi, uang yang diberikan ke dirinya tersebut hanya untuk dirinya sendiri. “Saya enggak mengetahui bila ada orang selain saya yang menerima sejumlah uang fee dari Kardinal,” ucapnya.

Selanjutnya JPU KPK Subari Kurniawan pun bertanya, bagaiamana cara Wawan Suhendra menentukan proses paket dan pemenang dalam APBD perubahan. “Prosesnya bagaimana, apakah saksi tahu?” tanya Subari.

“Kalau APBD perubahan saya enggak tahu. Biasanya penentuan itu seperti biasa, karena biasanya sudah ada daftar plotting yang ditentukan oleh Wawan, dan sepengetahuan saya ada sekitar 3 paket,” jelas Lutfi.

Baca :   Terisak saat Bacakan Pledoi, Khamami Minta Tidak Ditahan di Luar Lampung

Lalu Subari kembali bertanya, selain rekanan Kardinal yang memberikan uang fee ke dirinya, apakah rekanan-rekanan lain juga memberikan uang ke dirinya. “Selain Kardinal, seperti rekanan lain yaitu Maidarmawan atau Rizon pernah memberikan uang ke anda?” tanya Subari.

“Kalau Maidar seingat saya memberikan uang Rp2,25 juta apabila ada pencairan. Dan kalau Rizon tidak pernah memberi. Hanya Kardinal dan Maidar saja,” timpal Lutfi. (ang/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini