Lampung Raya Awas, Penyebab Kematian Tertinggi Bergeser Dari Penyakit Menular ke PTM!

Awas, Penyebab Kematian Tertinggi Bergeser Dari Penyakit Menular ke PTM!

Staf Ahli Bupati Nursyamsu membuka sosialisasi Gerakan Deteksi Dini Faktor Penyakit Tidak Menular (PTM) yang digelar Dinas Kesehatan Lampung Timur, Selasa (25/6). FOTO DWI PRIHANTONO/RADARLAMPUNG
Staf Ahli Bupati Nursyamsu membuka sosialisasi Gerakan Deteksi Dini Faktor Penyakit Tidak Menular (PTM) yang digelar Dinas Kesehatan Lampung Timur, Selasa (25/6). FOTO DWI PRIHANTONO/RADARLAMPUNG

radarlampung.co.id – Dinas Kesehatan Lampung Timur menggelar sosialisasi gerakan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular (PTM), Selasa (25/6). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Pondok 21, Metro itu dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Nursyamsu.

“PTM merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia,” kata Nursyamsu.

Menurut dia, prevalensi PTM berdasar hasil riset kesehatan dasar tahun 2013, antara lain hipertensi usia di atas 18 tahun sebanyak 25,8 persen, diabetes melitus (2,1%), kanker (1,4 permil)  dan gangguan jiwa berat (1,7 permil).

Baca :   Sering Sosialisasi Larangan Penangkapan Baby Losbter, Tapi…

Karena itu Nursyamsu berharap peserta sosialisasi yang terdiri dari jajaran Dinas Kesehatan Lamtim dan berbagai elemen masyarakat dapat mengikuti acara itu dengan seksama.

“Semoga melalui kegiatan ini masyarakat Lamtim yang sehat tetap sehat dan yang sakit dapat segera mendapatkan pelayanan kesehatan,” harap Nursyamsu.

Senada disampaikan Kasi PTM dan Kesehatan Jiwa Diskes Lampung dr. Sri Ariyanti. Menurut dia, berdasar data WHO, penyebab kematian terbesar telah bergeser 71 persen dari penyakit menular ke PTM.

Baca :   Selamat Bertugas Dewan Lamtim Periode 2019-2024!

Selain itu, dari total defisit yang dialami BPJS tahun 2018, Rp14,6 triliun di antaranya tersedot untuk penanganan PTM. “Dibutuhkan partisipasi dan dukungan para pihak guna menurunkan prevelensi PTM,” kata Sri Arianti.

Sementara Kabid P2PTM Dinas Kesehatan Lamtim Sartono menjelaskan, kegiatan itu bertujuan menyosialisasikan, mengatasi dan pengendalian PTM kepada stekholder.  Kemudian menyusun program dalam rangka menurunkan angka prevelensi PTM. (wid/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini