oleh

Latihan dan Disiplin, Resep Iptu Rachmat Raih Prestasi

radarlampung.co.id – Kecintaan terhadap olahraga mengantar Rachmat Sumarsono menjadi anggota Polri. Ya, perwira pertama dengan pangkat Inspektur Satu yang menjabat Wakapolsekta Kedaton ini menekuni jalan cepat yang masuk cabang atletik.

Rachmat yang sudah puluhan tahun mengabdi ini mengatakan, prestasi sebagai atlet  menjadikannya sebagai anggota Polri pada 1983 silam. Sejumlah prestasi level nasional hingga internasional diraih bapak tiga anak ini.

”Karena atlet, saya bisa jadi polisi. Awalnya saya juara di Popnas Junior pada 1980. Kemudian sempat mewakili Yogyakarta dan Lampung,” kenang Rachmat.

Lelaki bertubuh tinggi besar ini meraih prestasi dengan menyabet medali emas pada PON tahun 1981, 1983, 1985, dan 1989. Belum cukup, ia juga ambil bagian dalam Sea Games tahun 1983, 1985, 1987 dan 1989.

Rachmat kemudian menjadi pembina dan mengikuti kejuaraan Master (2013-2018) dengan raihan satu medali emas. Kemudian kejuaraan Malaysia Open pada 2017 dan menyabet medali perunggu.

”Terakhir, Indonesia Open Master Athletic Championship 2018 dan membawa pulang emas,” sebut dia.

Tidak hanya prestasi yang diraih. Lebih dari itu, kebanggaan yang dirasakan saat menjadi juara menjadi sesuatu yang sangat luar biasa. ”Alhamdulillah. Jadi atlet itu bisa membanggakan negara. Ditambah lagi jadi polisi. Bisa mengabdi kepada masyarakat,” ucapnya.

Menurut Rachmat, untuk menjadi atlet, dituntut latihan dan disiplin yang kuat. Ini juga yang akan ditularkan kepada atlet penerus. ”Atlet harus disiplin dan berlatih lebih keras,” tegas lelaki kelahiran Madiun, 57 tahun silam ini.

Lebih lanjut Rachmat mengungkapkan, tahun 2019, dirinya menjadi kepala penanggung jawab kejuaraan Persatuan Atlet Master Indonesia (PAMI). Di mana, Lampung bertindak sebagai tuan rumah.

”Kebetulan, ini kali kedua Lampung menjadi tuan rumah. Persiapan sudah mencapai 80 persen,” kata dia.

Untuk even kali ini, ditargetkan 500 peserta dari dalam dan luar negeri. Pesertanya terdiri dari atlet umur 35 hingga 85 tahun. Sejauh ini, ada 17 provinsi yang mendaftar. Belum lagi atlet dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Srilanka dan lainnya. Doakan Lampung bisa memborong medali di tanah sendiri,” ujarnya.

Terpisah, Kapolresta Bandarlampung Kombes Wirdo Nefisco melalui Kasubbag Humas AKP Titin Maezunah mengatakan, Iptu Rachmat merupakan anggota yang berprestasi. ”Beliau ikut membawa nama Polresta Bandarlampung. Tidak hanya dalam mengemban tugas sebagai polisi. Tapi juga sebagai atlet. Kita harap ke depan ada yang mengikuti jejak pak Rachmat,” kata Titin. (mel/ais)



Komentar

Rekomendasi