oleh

Neraca Perdagangan Lampung Defisit, Begini Disdag Menanggapinya

radarlampung.co.id – Dinas Perdagangan (Disdag) Lampung mengaku akan melakukan upaya penekanan defisit neraca perdagangan Lampung.

Pasalnya, BPS Lampung menyebutkan bahwa defisit yang dialami provinsi Lampung sebesar UDD227,49 juta karena nilai Impor pada Mei 2019 mencapai USD480,08 juta. Sementara nilai Ekspor provinsi Lampung hanya mencapai USD252,59 juta.

Kepala Dinas Perdagangan Lampung Satria Alam mengatakan, turunnya neraca perdagangan di Lampung karena beberapa hal. Salah satunya di momen Pilpres, Pilgub, dan Ramadan serta Idul Fitri.

“Karena kemarin bulan Ramadan, jadi aktivitas ekonomi terpusat agak sedikit sepi. Tidak hanya warga puasa, pelaku usaha fokus ramadan, dan idul fitri. Kemudian umumnya harga komoditi menjelang lebaran turun, pelaku usaha menahan diri, jadi gak bisa diimbangi oleh ekspor itu wajar dan memang terjadi di setiap tahun,” jelas Satria saat ditemui di Pemprov Lampung, Selasa (25/6).

Selain itu, Satria menyebut banyak pelaku usaha menahan diri untuk melakukan ekspor di sisi lain karena masa panen di Lampung bergeser di bulan Juni. Sehingga nilai Ekspor lebih rendah dibandingkan Impor.

“Iya jadi masa panen kita memang agak bergeser, dalam awal Juni, kita sudah berkoordinasi dengan Kadin, BPS, BI dan Kementerian Perdagangan untuk start. Agar bulan Juli ini kita upayakan defisitnya tidak terlalu besar, bahkan kalau bisa surplus,” tandasnya.

Besarnya Impor di Lampung yang disebut BPS dipengaruhi impor migas (Minyak dan gas) ke Lampung yang jumlahnya meningkat dan menjadi penyebab terbesar defisit di Lampung.

“Impor migas sudah tidak bisa dibendung lagi, karena memang menjadi satu kebutuhan strategis di Lampung. Dengan berbagai pertimbangan itu makanya kita tetap Impor. Tapi pemerintah mulai menyadari kita akan usahakan di bulan Juli ini akan surplus,” tandasnya. (rma/kyd)

Komentar

Rekomendasi