oleh

Pejabat Pemkab Tanggamus Ikut Coaching Clinic Penguatan SAKIP

radarlampung.co.id – Bupati Tanggamus Dewi Handajani didampingi Sekretaris Kabupaten Hamid Heriansyah Lubis dan sejumlah pejabat mengikuti coaching clinic penguatan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP), Rabu (26/6).

Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan dihadiri Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan M. Yusuf Ateh; Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi RBKUNWAS II yang juga menjadi narasumber serta pembicara lainnya.

Dalam sambutannya, M. Yusuf Ateh menyampaikan, Peraturan Presiden Nomor 29/2014 menyebutkan SAKIP merupakan rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklarifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah.

”SAKIP bertujuan mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya. Sasarannya menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel, sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya. Kemudian terwujudnya transparansi instansi pemerintah, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional dan terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” papar M. Yusuf.

Dilanjutkan, terkait penerapan SAKIP, Tanggamus harus mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang ada, efisiensi dan terpenting, bagaimana seluruh jajaran merubah mindset. ”Ini tidak mudah. Perlu proses, kemauan dan motivasi tinggi, sehingga ke depan anggaran yang ada benar-benar terserap dengan baik,” tegasnya.

Sementara Bupati Dewi Handajani mengatakan, kunjungan ke Kemenpan RB bertujuan agar masing-masing OPD bisa meningkatkan kinerjanya. Khususnya terkait kapasitas kemampuan masing-masing OPD, serta menggerakkan jajaran dibawahnya.

“Seperti apa yang telah disampaikan bapak Deputi tadi, kita harus mulai dari perencanaan. Harus tahu apa yang menjadi target, keberadaan organisasi itu apa, kemudian diuraikan dengan kegiatan-kegiatan. Tidak hanya agar terserap anggarannya, tapi bagaimana memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Dewi.

Dewi juga berharap capaian penilaian SAKIP Tanggamus ke depan dapat meningkat dari predikat CC menjadi BB. “Kalau saat ini Tanggamus baru sampai pada raport CC, saya berharap dengan kegiatan yang kita laksanakan ini, ke depan kita dapat meningkatkan grade, sehingga mendapat predikat BB. Artinya sebagai indikator bahwa kinerja kita lebih baik,” sebut dia. (rls/ehl/ais)

Komentar

Rekomendasi