oleh

3.000 Massa Kawal Sidang Putusan MK

radarlampung.co.id – Diprediksi akan ada 10 elemen masyarakat yang akan melakukan aksi pada saat putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6). Diperkirakan jumlah massa yang akan melakukan aksi mencapai 3.000 orang.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan, 10 elemen masyarakat telah menyampaikan surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya.

“Ya, informasi 10 elemen masyarakat ini kita terima dari Polda Metro Jaya. Dan hari ini (kemarin), mereka juga menyampaikan aspirasi (aksi) di Jakarta dan difasilitasi oleh Polda Metro Jaya yaitu di sekitar Monas dan Patung Kuda, Dedi kepada awak media di Mabes Polri, Rabu (26/6).

Menurut Dedi, kegiatan aksi unjuk rasa 10 elemen masyarakat ini berkaitan jelang dengan sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK hari ini. Dan diakuinya,pihaknya tak akan melarang mereka yang hendak menyampaikan pendapatnya.

“Kita tidak akan melarangnya, tapi dengan catatan mereka tak boleh menggelarnya di depan Gedung MK. Kenapa? Sebab di situ tidak boleh karena akan mengganggu jalannya seluruh proses persidangan di MK,” tutur Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, sesuai agenda yang di ketahui, MK akan menyampaikan keputusan hasil sidang PHPU itu pada Kamis (27/6), dan itu harus dipastikan berjalan aman, lancar dan kondusif karenaMK cuma punya yang sangat waktu singkat, selama 14 hari.

“Dan waktu yang singkat itu jangan tidak boleh terganggu, dan jika terganggu tentunya situasi keamanan di wilayah Jakarta maupun secara nasional akan ikutberdampak. Ini tidak boleh terjadi,” tegas perwira polisi bintang satu tersebut.

Adapun untuk pengamanan personel yang akan diterjunkan masih situasional. Diakui Dedi, pihaknya akan melihat estimasi massa yang akan datang, di mana saat ini harus dicek kembali berapa pengajuan surat pemberitahuan aksi yang dikirim ke Polda Metro Jaya.

“Untuk personel tergantung kekuatan atau jumlah massanya, kalau tadi pagi kan ada 1000. Untuk besok nanti akan saya cek kembali, sesuai dengan surat yang diberikan Polda Metro Jaya berapa masa yg akan datang. Andaikata kelihatan kalau ada 2.000 tambahan artinya ada 3.000 massa. Dan 3.000 masa tersebut akan dibagi ada di mana berapa titik,” papar Dedi.

Lebih jauh, Dedi mengklaim, situasi dan kondisi keamanan di kawasan MK sampai saat ini masih kondusif dengan kekuatan personel gabungan yang telah disiagakan.

“Aparat keamanan sudah di zona masing-masing sesuai tanggung jawabnya, tutupnya.

Terpisah, Kasubdit Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Nasir mengatakan, pihaknya menyiapkan sebanyak 1.290 personel, pada Rabu (26/6) kemarin, guna mengamankan lalu lintas saat kegiatan aksi unjuk rasa di kawasan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Bahkan, diakui Nasir, guna menghindari kemacetan arus lalulintas di sekitar lokasi, pihaknya melakukan rekayasa berupa penutupan Jalan Medan Merdeka Barat dari depan patung kuda Arjuna Wiwaha hingga kawasan Gedung MK dan Istana Negara.

“Ya, jadi untuk sementara yang sudah dilakukan hari ini, penutupan dengan MCB dan security barier di Jalan Medan Merdeka Barat arah utara, di depan Museum Gajah,” kata Nasir.

Nasir menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan pada Kamis (27/6) hari ini, tapi bersifat situasional dan saat ini belum dilakukan penutupan sesuai rencana.

“Kita akan lihat dulu perkembangannya seperti apa besok, dengan melihat dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Purn Moeldoko memprediksi ada 2.500 hingga 3.000 orang akan menggelar aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (27/6).

“Informasi besok akan ada sekitar 2.500 sampai 3.000 massa yang akan bergerak,” kata Moeldoko di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Jakarta.

Massa tersebut telah teridentifikasi berasal dari sejumlah kelompok masyarakat yang bergerak menuju arah Jakarta.

Bahkan Moeldoko mengungkapkan adanya keterlibatan jaringan terorisme yang ikut ‘bermain’ memperkeruh suasana saat berlangsungnya agenda ucapan putusan atas sengketa Pilpres 2019.

“Ada jaringan teroris ikut main-main. Sudah kami petakan,” katanya.

Karenanya, Moeldoko meminta masyarakat tidak panik menghadapi situasi putusan sidang, sebab TNI dan Polri telah menyiagakan personel di lokasi rawan.

“TNI-Polri mengerahkan kekuatan yang sangat besar. Ada sekitar 40.000 personel yang disiagakan,” katanya merujuk pada pertanyaan pengamanan saat berlangsung putusan sengketa Pilpres oleh MK.

Moeldoko mengatakan sejumlah pihak yang terlibat dalam gerakan aksi tersebut dipastikan tidak menghendaki terjadinya rekonsiliasi dalam sengketa pilpres.

“Saat ini sedang berjalan upaya rekonsiliasi. Tapi kita juga sudah mengenali adanya kelompok-kelompok yang tidak menghendaki adanya rekonsiliasi. Sepertinya mereka punya agenda lain, sehingga masih menginginkan untuk turun ke jalan,” katanya.

Upaya penanganan terhadap demonstran, kata Moeldoko, akan dilakukan oleh instansi berwenang melalui imbauan keamanan, kecuali perlakuan terhadap perusuh.

“Akan ada tindakan tegas kalau nyata-nyata sebagai perusuh. Sepanjang demo akan kita perlakukan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. (fin/kyd)

10 Elemen Masyarakat yang mengajukan surat pemberitahuan aksinya ke Polda Metro Jaya:

1.GISS

2.GMJ

3.FCM

4.Ormas Islam 212

5.MMUA

6.LPI

7.FPI

8.GNPF

9.GRANAT Cijantung

10.Alumni UI

Komentar

Rekomendasi