oleh

Ingat, Jangan Bangga Terima Bantuan PKH!

radarlampung.co.id-Pemkab Lampung Tengah melalui Dinas Sosial (Dissos) terus mendorong graduasi mandiri Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Dari hasil rekapitulasi hingga Juni 2019, ada 76.145 KPM-PKH di Lamteng.

Kepala Dinas Sosial Lamteng Zulfikar Irwan menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong graduasi mandiri KPM-PKH. “Kita terus dorong KPM-PKH graduasi mandiri. Hasil rekapitulasi hingga Juni 2019 ada 76.145 KPM-PKH dan 331 KPM-PKH graduasi mandiri. Tujuan graduasi mandiri ini supaya KPM-PKH tepat sasaran sesuai harapan Presiden Joko Widodo,” katanya.

KPM-PKH graduasi mandiri, kata Zulfikar, sangat ditekankan karena mundur dengan kesadaran diri sudah tak layak atau sukarela. “Kita tekankan graduasi mandiri. Mundur dari KPM-PKH karena kesadaran diri sendiri atau sukarela. Ini sangat baik dibanding graduasi alami dan graduasi paksa. Jangan malah bangga dan senang menerima bantuan! Harus punya fi’il jika sudah mampu jangan mengaku susah,” ujarnya.

KPM-PKH yang graduasi mandiri, kata Zulfikar, akan tetap dilakukan pembinaan agar perekonomiannya bisa meningkat lagi. “KPM-PKH yang graduasi mandiri akan tetap dibina supaya perekonomiannya meningkat. Kita akan koordinasi dengan SKPD terkait. Baik itu pemberian bantuan modal usaha atau pelatihan keterampilan kerja atau usaha sehingga benar-benar mandiri,” ungkapnya.

Bagi KPM-PKH graduasi mandiri, kata Zulfikar, akan menerima sertifikat. “Kita berikan sertifikat KPM-PKH graduasi mandiri. Ini sebagai bukti KPM-PKH sudah sejahtera. Kemungkinan KPM-PKH yang graduasi mandiri akan diwisuda seperti di Jawa Tengah,” tegasnya.

Terkait pembinaan bidik misi bagi anak KPM-PKH melalui program Gerakan Ayo Kuliah, kata Zulfikar, hingga kini sudah ada sembilan anak KPM-PKH yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) dan mendapatkan beasiswa. “Alhamdulillah sudah ada sembilan anak KPM-PKH yang diterima di PTN. Baik itu di Itera, UIN Raden Intan, dan UIN Wali Songo. Sebanyak 20 anak lagi menyusul masih mengikuti tes. Mudah-mudah bisa diterima sehingga bertambah. Tentunya kita semua berharap meski ekonomi keluarga jauh dari sejahtera, pendidikan anak harus tetap diutamakan,” ungkapnya. (sya/wdi)

Komentar

Rekomendasi