Uncategorized Sakit Tapi Mau Rekam Data Penduduk ? Disdukcapil Ini Siap Kirim Petugas...

Sakit Tapi Mau Rekam Data Penduduk ? Disdukcapil Ini Siap Kirim Petugas ke Rumah

Suasana pelayanan di Disdukcapil Lamteng. Foto Syaiful Mahrum/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id. – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampung Tengah angkat bicara terkait pelayanan perekaman KTP elektronik.Bagi warga yang sedang sakit dan hendak melakukan perekaman data tidak perlu datang ke kantor Disdukcapil.

Kadisdukcapil Lamteng Sugandi menyatakan pihaknya mempunyai program jemput bola bagi warga yang sedang sakit dan hendak melakukan perekaman KTP-El. “Kita program jemput bola perekaman KTP-El bagi warga yang sakit. Petugas akan langsung mendatangi rumah warga yang sakit,” katanya Jumat (27/6).

Program ini, kata Sugandi, telah berlangsung sejak lama. “Sudah lama. Hanya belum tersosialisasi secara luas. Padahal program ini sudah kita sampaikan kepada camat. Jadi wajar kalau belum ada yang tahu,” ujarnya.

Baca :   Satu Lagi Perampok di Jalan Tol Ditangkap, Lainnya, Tunggu Saja!

Cara mendapatkan pelayanan jemput bola, kata Sugandi, warga yang sakit bisa membuat permohonan ke Disdukcapil Lamteng. “Buat permohonan ke Disdukcapil. Bisa secara perseorangan ataupun melalui aparatur kampung/kelurahan dan kecamatan. Kita akan tindaklanjuti. Ini instruksi Bapak Bupati untuk memberikan pelayanan yang mudah kepada semua warga. Tujuannya supaya semua warga tertib administrasi. Jadi tak ada alasan warga tidak ada KTP-El,” janjinya.

Selain program jemput bola bagi warga sakit, kata Sugandi, ada juga program perekaman data KTP-El secara kolektif di tingkat kampung. “Ada juga program kita datang ke kampung melakukan perekaman. Pembuatan KTP-El kolektif. Sudah banyak kampung yang kita datangi,” ungkapnya.

Baca :   Rumah Kosong Dijadikan Tempat Nyabu

Bukan hanya dalam pembuatan KTP-El. Sugandi menyatakan pihaknya mendorong orang tua membuatkan Kartu Identitas Anak (KIA). “Pembuatan KIA juga kita sosialisasikan. Ini juga penting supaya anak punya identitas diri untuk keperluan daftar sekolah dan pembuatan pasport. Data anak langsung masuk database. Setelah 17 tahun harus membuat KTP-El,” katanya. (sya/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini