oleh

BI Klaim Stabilistas Sistem Keuangan Lampung Terjaga

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) provinsi Lampung mencatat stabilitas sistem keuangan Lampung relatif terjaga, dengan risiko kredit perbankan yang terindikasi stabil.

Aset perbankan di Lampung pada triwulan 2019 tercatat sebesar Rp77,29 triliun atau tumbuh sebesar 4,91 persen (yoy), relatif melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6,37 persen (yoy).

Kepala KPw BI Lampung Budiharto Setyawan mengatakan, hal ini sejalan dengan perkembangan penyaluran kredit (lokasi proyek) pada Maret 2019 yang tumbuh cukup tinggi sebesar 14,95 persen (yoy), namun sedikit melambat dibandingkan periode sebelumnya 15,18 persen (yoy).

“Perlambatan pertumbuhan ekonomi secara musiman yang dipengaruhi oleh normalisasi konsumsi pasca akhir tahun, diindikasikan menjadi salah satu faktor penahan pertumbuhan kredit di triwulan I 2019,” katanya.

Pasca libur Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, masyarakat juga cenderung menyimpan dananya. Ini tercemin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan I 2019 yang terpantau meningkat sebesar 8,93 persen (yoy).

Hal ini khususnya ditopang oleh pertumbuhan Deposito yang mencapai 15,50 persen (yoy) meningkat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 11,78 persen (yoy), serta pertumbuhan tabungan dari 6,16 persen (yoy) menjadi 8,25 persen (yoy).

Sebagai infomasi, kenaikan suku bunga tertimbang deposito selama triwulan I 2019 tercatat meningkat 13 bps menjadi 6,38 persen, atau sejak akhir triwulan I te ah meningkat 80 bps seiring kenaikan suku bunga acuan (B17DRRR) sebesar 150 bps sejak Mei 2018.

Sementara itu, pada triwulan 2019, pertumbuhan penyaluran kredit perbankan berdasarkan lokasi proyek hingga Mei 2019, tercatat tumbuh sebesar 11,64 persen (yoy). Ini relatif solid meski tetap menunjukkan perlambatan hingga beberapa basis poin dibanding periode sebelumnya.

Perlambatan penyaluran pada kredit modal kerja sebesar 10,07 persen (yoy) dan kredit investasi sebesar 18,65 persen (yoy), sejalan dengan siklusnya di bulan Ramadan, meski kenaikan permintaan mengkonfirmasi pertumbuhan kredit konsumsi yang lebih baik, yakni 8,79 persen (yoy).

“Sejalan dengan hal tersebut, pertumbuhan DPK per Mei tercatat sebesar 8,16 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yakni sebesar 9,40 persen (yoy),” tambahnya.

Hal ini, sambung dia, diperkirakan sebagai respon meningkatnya permintaan domestk musiman Ramadan dan perayaan Idul Fitri, disamping pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019. Selanjutnya di sisi sistem pembayaran, sesuai dengan pola historisnya pasca libur Natal dan Tahun Baru 2018, kondisi net inflow terjadi di wilayah Lampung pada triwulan 2019.

Sejalan dengan hal tersebut, transaksi pembayaran non tunai baik melalui Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI) maupun Real Time Gross Settlement (RTGS) di Lampung juga cenderung mengalami penurunan seiring dengan aktivitas perekonomian yang tidak setinggi triwulan sebelumnya.

Beriiringan dengan transaksi elektronik, jumlah Uang Elektronik (Unik) di wilayah Lampung juga mengalami peningkatan sebagai bagian dari meningkatnya keyakinan masyarakat terhadap penggunaan uang elektronik, serta ditopang oleh semakin baiknya infrastruktur pendukung pengembangan Layanan Keuangan Digital (LKD).

“Ke depannya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung terus berkoordinasi dengan pihak terkait dengan melakukan edukasi dan kampanye-kampanye untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai,” tandasnya. (ega/sur) 

Komentar

Rekomendasi