oleh

Kisah Briptu Adit Telurkan 6 Buku, Dapat Insipirasi Saat BAP Tersangka

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sibuk berdinas sebagai penyidik di Bareskrim Mabes Polri tidak lantas membuat Briptu Adit Al Fikri meninggalkan hobinya untuk menulis.

Bahkan pria kelahiran 15 Februari 1992 ini sudah menelurkan enam buku. Keenam buku itu yakni Duhai Ayah Duhai Ibu; Hujan Jilid 2; 17 Kisah Perjalanan dari Lampung hingga Canberra (Lampung Traveler); Kumpulan Puisi Lelaki dan Bidadari Dunia; Antologi Puisi Refrain Menjelang Tidur; hingga buku berjudul Alasan Terpaut Rindu.

Kepada Radarlampung.co.id, Rabu (3/7), Briptu Adit mengaku hobi menulis sejak berumur 13 tahun. Ketika masih duduk di bangku SMP.

Baca :   Barang Bukti Sabu 4,574,74 Gram dan 717 Butir di Blender

“Awalnya kan diperintah guru buat puisi. Pas dibaca di depan kelas, kok teman-teman dan guru bilang puisinya bagus,” kata dia.

Dari situlah, Adit kemudian mulai bersemangat membuat puisi. Puisi yang dia tulis itu, berisi tentang asmara. “Kebetulan waktu SMP suka sama teman yaudah diungkapkan aja lewat puisi itu,” katanya.

Hobinya menulis terus berlanjut hingga ke jenjang SMA. Tepatnya di MAN 1 Model, Adit memberanikan diri menulis melalui Blog dan di media sosial. Hobinya terus berlanjut di jenjang kuliah hingga dia masuk ke Korps Bhayangkara.

Tahun 2014, Adit menelurkan buku perdananya berjudul Lelaki dan Bidadari Dunia.

Baca :   PSMTI Serahkan Bantuan 220 APD ke Polda Lampung

Masuk ke Korps Bhayangkara membuat waktu Adit tersita. Alhasil dia punya waktu sedikit. Terlebih dia mendapat tugas dari penyidik di Ditresnarkoba Polda Lampung kemudian pindah tugas jadi penyidik di Bareskrim Mabes Polri yang membuat Adit menangani perkara tersebar di Indonesia.

Tapi, di sela-sela melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Adit menyempatkan menulis.

“Waktu BAP tersangka, eh insipirasi datang ya kita tulis sambil BAP tersangka,” paparnya. Tentu hobinya itu didukung oleh rekan dan atasannya di Korps berbaju cokelat itu. (nca/sur)



Komentar

Rekomendasi