oleh

Banyak Kades di Mesuji Terkesan Abaikan Inovasi

Acara Bursa Inovasi Desa Sejumlah Kades Mangkir

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penyelenggaraan Bursa Inovasi Desa bagian dari kegiatan Program Inovasi Desa merupakan hal yang sangat penting. Sebab, bisa menjadi sarana desa mendapatkan informasi jenis inovasi yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi desa.

Bursa Inovasi Desa bertujuan untuk mendiseminasikan informasi pokok terkait Program Inovasi Desa (PID) dan Hibah Dana Desa. Juga memperkenalkan inisiatif atau inovasi di Desa, menjaring komitmen Pemerintah Desa, membantu Desa meningkatkan kualitas pembangunan, serta memberi inspirasi dan alternatif pilihan kegiatan bagi pembangunan desa.

Demikian diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Mesuji Saply TH dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sunardi, sekaligus membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa, Program Inovasi Desa 2019, Kamis (4/7) di GOR Kecamatan Rawa Jitu Utara

Pada kesempatan itu Sunardi berharap agar para kades, perangkat, dan BPD yang terlibat sebagai peserta dapat mengamati, meniru, dan memodifikasi berbagai jenis kegiatan yang inovatif yang dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa ini. Sehingga kedepan pemanfaatan dana desa tidak hanya seperti biasa, tapi kaya inovasi dan kreativitas sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca :   Pelukis Mural Beradu Karya di Mesuji

Dia juga menambahkan bahwa program inovasi desa harus mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif. Karena Program Inovasi Desa merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana desa sebagai investasi peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, guna mendukung pelaksanaan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji yang akan memprioritaskan pembangunan desa dimulai dari pinggiran atau desa-desa tua, tentu perlu adanya perhatian khusus. Terutama dari pihak desa pada aspek sumber daya manusia, sebagai subjek maupun objeknya.

Infrastruktur teknologi informasi dalam skala kecil operasional administrasi desa perlu segera dirintis secara mandiri. Sehingga nantinya akan mampu bersinergi dengan pembangunan infrastruktur jaringan internet.

Dari aspek kualitas pelayanan, pemerintah desa dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk melayani masyarakat, sehingga dengan slogan “people always on” dapat melayani kapan pun dan di mana pun.

Ditemui usai pelaksanaan kegiatan Sunardi mengaku sedikit kecewa dengan tingkat kehadiran peserta yang mengikuti pembelajaran di kelas Bursa Inovasi Desa (BID) dan menulis komitmen desa yang hanya mencapai 75 %. Padahal menurut dia, setiap desa penting mengikuti program BID ini agar nantinya apa yang sudah disepakati menjadi komitmen desa dapat dikawal untuk masuk di penganggaran APBDes tahun yang akan datang.

Baca :   Setiap Desa di Mesuji Didorong Harus Miliki Produk Unggulan

“Saya agak sedikit kecewa banyak Kades yang tidak hadir dan berwakil dalam kegiatan ini. Padahal ini penting untuk desa itu sendiri. Seharusnya siapa yang diutus untuk hadir dalam kegiatan BID ini memang sudah betul-betul mewakili aspirasi dari desa, makanya sebelum mengikuti kegiatan ini lakukan lah musyawarah dulu di desa terkait menu BID apa yang akan dipilih untuk menjadi komitmen desa sesuai kondisi serta kebutuhan desa,” ucapnya.

Dan, lanjut dia, hal itu nantinya harus betul-betul dikawal pada penyusunan Perdes APBDes agar melahirkan satu produk unggulan. “BID ini juga sebagai ruang konsultasi sebelum menentukan kebijakan dalam membangun desa,” tandasnya. (muk/sur)



Komentar

Rekomendasi