oleh

Disorot KPK, Pemkot Metro Akui Ada Gangguan Input Data dan Laporan Kegiatan APBD

RADARLAMPUNG.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti belum maksimalnya Pemerintak Kota (Pemkot) Metro dalam input data dan laporan lengkap e-Planing. Pemkot akui kekurangan tersebut.

Sekretaris Kota (Sekkot) Metro Nasir AT mengakui jika masih ada gangguan dalam input data dan laporan kegiatan APBD. Namun demikian, pihaknya siap memperbaiki dan memenuhi semua ketentuan hingga Desember mendatang.

“Memang kemarin pas kita mau input itu ada gangguan koneksi. Makanya ada yang terhambat. Tapi pada intinya kita siap mengikuti apa yang menjadi arahan-arahan yang tadi telah disampaikan oleh teman-teman dari KPK,” kata Nasir, Kamis (4/7).

Disisi lain, Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda menilai, sosialisasi dalam rangka pencegahan korupsi oleh KPK bertujuan agar Bumi Sai Wawai menjadi kota yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, dengan sistem pemerintahan transparan.

“Harapan kita, Metro bisa menjadi contoh sebagai pemerintahan yang bersih dari korupsi, dengan menerapkan e-government, e-planing, dan e-budgeting yang baik. Kami dari dewan, sudah melaporkan kekayaan pejabat negara sebagai salah satu kewajiban,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Pencegahan Korupsi wilayah III KPK Dian Patria memgatakan, tahun lalu Provinsi Lampung menduduki peringkat ke-empat besar secara nasional dalam penilaian (skoring) peningkatan pencegahan potensi korupsi.

“Dimana Kota Metro berada di peringkat ke 9. Tahun ini untuk laporan kegiatan APBD masih ada yang melakukan input data. Jadi belum berjalan maksimal. Tapi penilaian masih berjalan sampai akhir Desember. Kita minta itu segera dipenuhi,” ujarnya saat sosialisasi di Aula Pemkot Metro, kemarin. (apr/kyd)

Komentar

Rekomendasi