Berita Lainnya BMKG Lampung Keluarkan Peringatan Dini Cuaca

BMKG Lampung Keluarkan Peringatan Dini Cuaca

912
Genangan air di Jl. Sultan Agung, Wayhalim, Bandarlampung, Sabtu (6/7) sore. Meski musim kemarau, hujan mengguyur Bandarlampung beberapa hari belakangan ini. FOTO: Rizky Pancanov/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id –  Hujan yang melanda tiba-tiba di kota Bandarlampung beberapa hari belakangan ini diakibatkan oleh  beberapa sirkulasi tertutup di beberapa daerah. Karena itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Lampung membuat peringatan dini cuaca dari 6-8 Juli 2019.

Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto menyampaikan bahwa saat ini memang masuk musim kemarau. Menurutnya, hujan yang terjadi lebih dikarenakan gangguan cuaca akibat sirkulasi di Utara Kalimantan dan Utara Papua, dimana konvergensi  memanjang dari Jambi hingga  Sumatera Barat, dari Jawa Timur hingga  utara Jawa Tengah

“Kemudian dari Sulawesi Selatan  hingga Kalimantan Timur dan Laut  Sulawesi. Selain itu belokan angin terdapat di Selat Malaka, Kalimantan  Barat  dan Maluku Utara,” ujarnya.

Sehingga, BMKG Lampung prediksi kondisi cuaca 6-8 Juli 2019 mendatang dengan rincian untuk  kategori wilayah yang berpotensi  hujan lebat  pada 6 Juli yakni Aceh, Lampung, Banten, Kalimantan Timur , Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua.

Sementara tanggal 7 Juli 2019 yakni, Aceh, Lampung, Banten, Sulawesi  Tengah, Sulawesi Barat dan Papua.  Dan untuk 8 Juli 2019, Aceh, Lampung, Sulawesi Tengah dan Papua.

Sementara untuk wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir pada tanggal 6 Juli 2019 yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan  dan Jawa Barat. Untuk 7 Juli 2019 yakni Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Kalimantan  Barat. Sementata pada 8 Juli 2019 yakni Banten, Jawa Barat, Sulawesi  Utara dan Maluku Utara.

“Kepada masyarakat Lampung untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan seperti angin kencang yang mengikuti sebelum maupun pada saat hujan, salah satunya bahaya merobohkan pohon besar yang sudah tua, gelombang laut yang tinggi, genangan air,  dan jalan  yang licin,” tandasnya. (gie/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini