oleh

Pencuri Motor Tembak Polisi Sebelum Roboh Kena Timah Panas

radarlampung.co.id-Nekat melawan saat akan diamankan, seorang tersangka kasus pencurian sepeda motor tak berkutik setelah satu butir timah panas petugas Polres Lampung Timur bersarang di kakinya.

Tersangka adalah Yusuf (24) warga Kecamatan Sekampungudik Lampung Timur. Berikut tersangka turut diamankan barang bukti. Diantaranya sepucuk senjata api rakitan jenis revolver, 4 butir peluru aktif dan sebutir selongsong peluru serta satu unit sepeda motor Honda Beat.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro menjelaskan, tersangka diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor Honda Beat milik Budi Santoso (44) warga Desa Telogorejo Kecamatan Batanghari.

Modusnya, tersangka bersama seorang rekannya mencuri sepeda motor korban dari areal parkir minimarket di Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung Lampung Timur, Sabtu (6/7).

Dari rekaman CCTV yang ada di minimarket itu, tersangka dan rekannya masuk ke areal parkir dengan mengendarai sepeda motor matik. Melihat suasana sepi, tersangka turun dan mencari sasaran.

Sementara, rekannya bertugas mengawasi situasi sembari tetap berada di atas sepeda motornya. Setelah menemukan sasaran, kurang dari satu menit tersangka berhasil membawa kabur sepeda motor korban.

Aksi tersangka juga diketahui warga sekitar sehingga langsung melaporkannya ke petugas Polres Lamtim yang sedang berpatroli. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung melakukan pengejaran.

Tersangka yang kabur membawa sepeda motor korban akhirnya, berhasil diamankan di wilayah Kecamatan Margatiga. Saat akan diamankan tersangka nekat melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah petugas Polres Lamtim. Namun, tembakan tersangka tidak mengenai petugas.

Petugas Polres Lamtim juga langsung mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan ke arah tersangaka dan mengenai paha kirinya. “Tersangka dan barang bukti kami amankan di Polres Lamtim guna pengembangan penyidikan lebih lanjut,”jelas AKBP Taufan didampingi Kasat Reskrim AKP Sandy Galih, Minggu (7/7). (wid).

Komentar

Rekomendasi