oleh

Dukung Layanan Umrah Digital, Asal…

radarlampung.co.id – Sejumlah travel agen di Bandarlampung mendukung langkah dua unicorn terbesar tanah air, yakni Tokopedia dan Traveloka yang akan melayani masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah. Namun langkah tersebut harus diikuti dengan aturan yang jelas.

Owner PT Patuna Tour and Travel Irfan Nuromas menyatakan mendukung langkah dua unicorn tersebut. ”Bila memang demikian, hal tersebut merupakan perkembangan dalam dunia usaha travel umrah dan haji,” kata Irfan, Senin (8/7).

Menurut dia, langkah tersebut bisa merangsang pelaku bisnis lainnya agar lebih semangat menggaet customer. ”Para pelaku bisnis dengan travel agen umroh offline harus lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan dan kompetisi ke depan,” kata ujarnya.

Namun begitu Irfan berharap ada regulasi serta travel agen umrah dan haji offline juga bisa bekerjasama dengan unicorn. ”Tetap harus ada regulasi dan travel agen offline bisa bekerjasama dengan unicorn,” tegasnya.

Diketahui, langkah Tokopedia dan Traveloka untuk melayani masyarakat Indonesia menunaikan ibadah umrah menuai pro dan kontra bagi travel umrah konvensional Indonesia. Termasuk di Lampung.

”Pemerintah sebaiknya mengatur regulasi startup umrah digital. Karena ketika mereka (unicorn, Red) masuk ranahnya usaha masyarakat, sudah dipastikan menghancurkan pengusaha travel umrah yang jelas-jelas memberdayakan tenaga kerja. Baik tour guide hingga ustadz yang mendampingi umrah,” kata Sekretaris Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA/Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Lampung Adi Susanto, Minggu (7/7).

Adi pun heran dengan sikap pemerintah yang terkesan ingin ’’membunuh” pengusaha travel umrah konvensional. ’’Apakah tidak terpikir oleh mereka (pemerintah, Red) bahwa travel umrah sedang gencar-gencarnya menjual paket perjalanan,” ujarnya.

Dia menilai pemerintah keliru jika mengizinkan dua marketplace, yakni Traveloka dan Tokopedia, menjual  paket umrah. ’’Jika ini benar, sungguh terlalu. Seakan-akan usaha di Indonesia secara konvensional tidak ada artinya lagi. Jangan hanya mengembangkan unicorn, tetapi merontokkan usaha konvensional,” sesalnya.

Apalagi, terus Adi, perusahaaan travel konvensional itu selalu taat pajak. ’’Jangan pajaknya dipungut, tetapi usahanya dihancurkan,” tandas dia. (mel/ais)

Komentar

Rekomendasi