Provinsi Bertemu Dubes Australia, Hipmi Tawarkan Investasi ke Lampung

Bertemu Dubes Australia, Hipmi Tawarkan Investasi ke Lampung

Pengurus Hipmi Lampung yang diketuai Arie Nanda Djausal bertemu First Secretary (ekonomic) Kedutaan Australia, Mark King dan membahas berbagai sektor investasi. FOTO BPD HIPMI LAMPUNG FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Upaya peningkatan peluang investasi di Lampung terus digali oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Lampung. Salah satunya dibahas dalam pertemuan bersama Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Novotel Lampung, Selasa (9/7).

Dalam pertemuan ini, Hipmi membeberkan potensi investasi di Lampung untuk berbagai sektor. Ketua BPD Hipmi Lampung Arie Nanda Djausal mengatakan pihaknya telah membeberkan peluang apa saja yang bisa diinvestasikan di Lampung.

”Ya, dalam pertemuan tadi kami menawarkan beberapa peluang bisnis yang bisa diinvestasikan teman-teman di Australia untuk di Lampung. Kan Lampung juga banyak ya peluang bisnis. Mulai pertanian, manufaktur, perdagangan, dan pariwisata juga,” sebut Arie saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Dia mengatakan, dalam pertemuan ini, Kedubes Australia yang dipimpin Mark King selaku First Secretary (Ekonomic) tertarik di bidang pertanian dan pariwisata. ”Terutama bidang pertanian ya. Karena Australia kan negara yang penghasilannya dari sektor tambang dan faktur. Jadi mereka sangat butuh barang baku setengah jadi di negaranya. Makanya sangat menarik untuk diproses di negaranya,” sambungnya.

Mereka pun tertarik sekali dengan nanas. Yang memang di Lampung memiliki perusahaa suplai nanas terbesar yaitu PT Great Giant Pinenaple.

”Selain itu kami menawarkan peluang di pariwisata, karena kita ketahui teman-teman dari Australi itu liburannya juga ke Indonesia. Namun mereka hanya mengenal Bali. Maka kami kenalkan wisata Lampung. Kan banyak mulai laut dan lainnya,” tambahnya.

Tak jauh berbeda dengan pembangunan pabrik. Mereka tertarik namun sedikit khawatir pada proses pengajuan izin hingga nanti operasionalnya. ”Untuk membangun pabrik pengolahan di Lampung mereka masih khawatir terkait kebijakan, perizinan, dan kemanan. Begitu juga pariwisata, tapi sudah kami jamin kami bisa membantu semua itu,” tandasnya. (rma/sur) 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini