Provinsi Gubernur Arinal : Lampung Ibukota RI, Kekuatan Baru untuk Sumatera

Gubernur Arinal : Lampung Ibukota RI, Kekuatan Baru untuk Sumatera

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memberikan pemaparan potensi Lampung menjadi Ibu Kota Negara saat menghadiri rakor Gubernur se Sumatera di Hotel Grage, Bengkulu Selasa (9/7). Foto humas pemprov Lampung

radarlampung.co.id-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memaparkan beberapa hal kesiapan Provinsi Lampung sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN). Hal ini disampaikan Arinal dalam Rapat Koordinasi Gubernur Lampung Se Sumatera, di Ballroom Krakatau Hotel Grage, Bengkulu, Selasa (9/7).

Menurut Arinal, dengan dijadikannya Provinsi Lampung sebagai IKN, maka akan menjadi kekuatan baru bagi Sumatera dan akan memberikan multiplier effect bagi Provinsi-Provinsi lain di Sumatera. Maka itu Arinal memohon dukungan pada seluruh Gubernur se Sumatera yang hadir dalam kegiatan tersebut.

”Mohon dukungan kita sesama Provinsi di Sumatera untuk Provinsi Lampung, dalam upaya kita mewujudkan Sumatera sebagai penopang pembangunan Nasional,” ujar Arinal.

Maka itulah, Arinal mengungkapkan Sumatera harus mengambil bagian dalam memberikan dukungan nyata dan warna warna terhadap pembangunan Nasional. Apalagi saat ini juga telah terbangun dan akan terus dilanjutkan pembangunan Jalan Tol Sumatera (JTS) dari Lampung di ujung Selatan sampai Aceh di ujung Utara. Kota-kota di Sumatera juga telah terkoneksi dengan layanan penerbangan. Sehingga Sumatera sudah lebih siap untuk menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Nasional.

“Hal ini dibuktikan dengan kontribusi Sumatera yang sangat signifikan yaitu diatas 21% pada PDB Nasional. Oleh karena itu, Provinsi di wilayah Sumatera harus memperkuat sinergi dan mengambil peran dengan potensi dan ciri khasnya masing-masing, yang tentunya harus kita dukung secara bersama,” ujar Arinal.

Baca :   Dihadapan Siswa, Wagub Nunik Bicara Perubahan Arus Informasi

Maka dalam kegiatan dengan mengusung tema “Peningkatan Peran Pulau Sumatera dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional” ini sendiri dibuka oleh Staf Ahli Menteri PPN Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Drs. Oktorialdi, MA, Ph.d mewakili Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brojonegoro ini. Paparan Gubernur Arinal mendapat dukungan penuh forum gubernur se-Sumatera untuk menjadikan Lampung sebagai IKN.

Di mana sebelumnya, nominasi Lampung masuk sebagai IKN telah diungkapkan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dalam dialog tentang pemindahan ibu kota negara, 26 Juni 2019 lalu.

Selain itu, Arinal juga membeberkan 6 fakta pendukung Lampung cocok menjadi IKN. Mulai faktor geografis Lampung yang strategis (geostrategis) dan sangat ideal bagi sebuah IKN, terlebih-lebih dengan dukungan pengembangan Kawasan Strategis Selat Sunda yang telah ditetapkan dalam RTRWN. Kemudian faktor demografis.

”Penduduk Provinsi Lampung saat ini sekitar 9,5 juta jiwa yang merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke-3 di luar Jawa. Penduduk yang cukup besar ini menjadi potensi tenaga kerja sebagai pendukung, baik pada masa pengembangan (konstruksi) maupun pada saat beroperasinya IKN. Dengan demikian maka pembangunan IKN di Lampung dapat lebih cepat akselerasinya.

Yang ketiga, Provinsi Lampung memiliki lahan yang cukup untuk IKN. Hal ini didukung pula dengan biaya konstruksi di Provinsi Lampung pasti lebih murah, karena Lampung kaya akan potensi alam. ”Kemudian dalam tinjauan ideologi, masyarakat Lampung secara sociocultural telah mewakili keragaman etnis se-Nusantara, dan masyarakat Lampung telah terbukti sangat terbuka dengan perubahan-perubahan dan pembaharuan. Apalagi Provinsi Lampung tidak pernah tercatat sebagai pusat dari gerakan-gerakan radikalisme,” tambah Arinal.

Baca :   Tandatangan Kontrak Perbaikan Jalan Ryacudu Ditarget Pekan Ini

Dari sisi pertahanan dan keamanan, pusat-pusat pertahanan tidak terlampau jauh dari Provinsi Lampung untuk mem-back up manakala terjadi hal-hal yang diperlukan, seperti: pusat pertahanan Armabar di Jakarta dapat direlokasi ke Lampung, Kopassus, Brimob, dan sebaran dari pasukan-pasukan yang ada di Jakarta, Banten, dan Bodetabek.

”Di Lampung ada Batalyon Infanteri 7/Marinir yang bermarkas di Piabung, Kabupaten Pesawaran. Bahkan, Kementerian Pertahanan sedang menyusun perencanaan untuk pemindahan industri strategis pertahanan mulai PT. PINDAD, PT. PAL, PT Dirgantara Indonesia ke Lampung,” tambahnya.

Terakhir Lampung juga dapat dijadikan pusat pendidikan. Saat ini saja, sudah terdapat universitas besar yaitu Universitas Lampung, Itera (Institut Teknologi Sumatera), UIN (Universitas Islam Negeri), dan beberapa universitas swasta lainnya. “Berdasarkan data, pada saat ini sekitar 35% mahasiswa PTN di Lampung berasal dari luar Provinsi Lampung, mulai Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan provinsi di Sumatera. Hal ini menunjukkan Provinsi Lampung sudah menjadi pusat pendidikan (center of excellence),” tandas Arinal. (rma/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini