Berita Utama Genjot Ekspor Lampung, Pemprov Tekankan Kualitas Kemasan Produk UKM

Genjot Ekspor Lampung, Pemprov Tekankan Kualitas Kemasan Produk UKM

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Satria Alam saat mengecek desain dan kemasan produk UKM di kantornya, Rabu (10/7). Foto Rima Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Nilai Ekspor Lampung pada Mei 2019 mencapai USD252,59 Juta. Jumlah nominal tersebut mengalami kenaikan sebesar 28,55 persen atau USD56,10 juta dibandingkan April 2019 yang tercatat sebesar USD196,49 juta.

Untuk terus menggenjot nilai ekspor, Kepala Dinas Perdagangan Lampung Satria Alam menyatakan akan bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan guna melakukan pendampingan terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Lampung. “Pendampingan yang dilakukan adalah design dispatch service (DDS) terkait kemasan hasil produksi UKM,” kata Satria kepada radarlampung.co.id, Rabu (10/7).

Menurutnya, kemasan menjadi hal penting bagi produk yang dihasilkan UKM. Di mana, hal itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pembeli juga untuk mempertahankan hubungan antara produsen, eksportir dan pengambil barang yang tentunya menjadi tujuan ekspor Lampung.

“Iya terutama terkait desainnya. Ketika desain itu menarik tentunya akan menambah daya tarik bagi produk yang dihasilkan. Muaranya kepada nilai tambah bagi petani,” ujar Satria.

Selin itu, Dinas Pedagangan Lampung juga sudah menjaring 10 UKM di Lampung untuk dilakukan pembinaan melalui DDS. Hal ini dilakukan upaya merangsang seluruh UKM agar kreatif dalam pembentukan desain produknya.

“Sudah ada 10 UKM. Nantinya akan dinilai oleh pusat kemudian akan diikuti ke penilaian tingkat nasional. Nanti juga UKM tersebut akan diarahkan dalam pembuatan desain yang apik oleh kami. Nah yang dipilih berapa, bergantung dari penilaian pusat. Setelah itu nanti ada pendampingan secara berkelanjutan,” tandasnya.

Ke-10 UKM tersebut dia antaranya, dua dari Lampung Barat (Lambar) yakni Sukmawanto dan Nawan selaku produsen kopi. Kemudian di Bandarlampung Friska dan Iskandar juga pengolah komoditi kopi. Lalu, Edi dan Muhadi asal Pringsewu dengan olahan Keripik.

Satria berharap dengan adanya pendampingan ini bisa merangsang geliat ekspor dari Lampung. “Tidak hanya sebatas kopi dan sawit saja. Akan tetapi berbagai komoditi seperti lada dan sebagainya juuga akan kita dorong. Tentunya selain desain kemasan, kualitas juga wajib diperhatikan,” pungkasnya. (rma/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini