oleh

Warga Boleh Manfaatkan TNBBS Dengan Kemitraan Konservasi

radarlampung.co.id – Upaya Bupati Parosil Mabsus dalam memberikan perlindungan dan pemberian atas hak masyarakat yang terlanjur bercocok tanam di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) akhirnya membuahkan hasil. Pemkab Lampung Barat dan Direktorat Jenderal Konservasi, Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) menandatangani beberapa kesepakatan.

Ini dilakukan Dirjen KSDAE Ir. Wiratno, MS.c., dan Bupati Lambar Parosil Mabsus. Salah satu kesepakatan terkait  kemitraan konservasi. Ini menjadi peluang masyarakat yang sudah terlanjur berkebun di TNBBS tanpa harus dibayangi rasa takut dikejar oleh personel polisi kehutanan (Polhut).

Wiratno dalam paparannya mengatakan, kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat didasari peraturan nomor P.6/KSDAE/Kum.1/6/2018 jo P.2/KSDAE/SET/Kum.1/2/2019.

Pengelolaan dapat dilakukan di areal perkebunan kopi robusta seluas 21.912hektare yang berada di zona rehabilitasi kawasan TNBBS Wilayah II Liwa, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Krui, Resort Suoh dan Resort Sekincau.

Secara administrasi, areal di wilayah kerja Resort Sekincau tersebar pada 12 pekon di lima kecamatan. Yakni Batuketulis, Sekincau, Waytenong, Airhitam dan Kecamatan Gedungsurian.

Sementara untuk wilayah kerja Resort Suoh, secara administrasi berada di dua kecamatan. Yaitu Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS).

Komentar

Rekomendasi