oleh

Hama Burung Membuat Petani di Pagelaran Kalang Kabut

radarlampung.co.id – Hama burung menjadi kekhawatiran petani di Kecamatan Pagelaran, Pringsewu. Mereka harus menunggui padi miliknya sejak pagi hingga sore. Jika tidak, tanaman tersebut menjadi sasaran.

”Burungnya banyak sekali. Bila tak dihalau, akan memakan bulir padi,” jelas Pardi, salah seorang petani, Jumat (12/7).

Pardi menuturkan, ia bersama petani lainnya sudah berada di sawah sejak matahari terbit. Lantaran tidak ada peralatan seperti tali, terpaksa dia berkeliling sambil memegang galah bambu yang ujungnya diberi plastik menyerupai bendera.

Bilah bambu itu dikibarkan sambil berteriak. “Ya, harus keliling. Nggak cukup berdiri di satu tempat, biar burungnya pergi,” ungkapnya.

Meski terasa lelah, mau tak mau hal ini tetap harus dilakukan untuk menghindari kehilangan buliran padi. Kondisi ini juga membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar tenaga kerja.

Terkait hal ini, Sekretaris Dinas Pertanian Pringsewu Maryanto mengatakan, penanganan hama dan penyakit tanaman secara ideal dilakukan secara terencana dan menyeluruh. Termasuk hama burung.

“Salah satunya menggunakan jaring dan dimonitor secara berkala. Cara ini cukup efektif diterapkan di Ambarawa,” ungkapnya. Namun demikian, dibutuhkan kekompakan dan monitoring berkala agar cara ini dapat memberikan pengaruh. (sag/ais)

Komentar

Rekomendasi