Berita Utama Tentang Proyek, Plt. Bupati Mesuji Mengaku “Polos”

Tentang Proyek, Plt. Bupati Mesuji Mengaku “Polos”

Plt. Bupati Mesuji Saply. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sanggahan kerap terlontar dari Plt. Bupati Mesuji Saply terkait dugaan ikut menerima plotting proyek. Sewaktu menjadi wakil bupati, dalam persidangan ia terkesan bag sosok yang polos dalam lingkaran fee proyek.

Sikap itu dilakukan Saply saat menjadi saksi di persidangan tiga terdakwa suap fee proyek Dinas PUPR Mesuji, yakni Khamami, Taufik Hidayat, dan Wawan Suhendra, di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (11/7).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Subari Kurniawan bertanya terkait peran Saply dalam proses penentuan proyek.

“Saya tidak pernah terlibat. Saya hanya membantu Bupati (Khamami, red) menindaklanjuti hasil pertemuan-pertemuan dengan inspektorat saja,” jawab Saply.

Mendengar pertanyaan itu, JPU KPK Subari menegaskan lagi ke apakah benar Saply tidak terlibat. Supari menilai hal itu sesuatu yang janggal.

Baca :   Mantan Kadis PUPR Sebut Plt. Bupati Mesuji Juga Terima Proyek

“Kalau mengenai proyek saya tidak terlibat. Saya hanya memang di sana tidak dilibatkan kalau sesekali ngontrol (proyek, red) saya ikut,” ungkap Saply.

Namun, Subari masih tetap mencecar Saply. Itu lantaran beberapa dari keterangan saksi-saksi Saply dinyatakan terlibat.

“Enggak pernah, saya juga enggak tahu plotting. Mendapatkan pekerjaan saya enggak pernah, apalagi fee. Dapat uang dari bupati juga enggak ada,” tegas Saply.

Dan, Subari pun bertanya mengenai nota dinas apakah dirinya ikut mengetahuinya. Saply ditegaskan untuk tidak menyembunyikan fakta sebenarnya.

“Kalau nota dinas saya tahu. Tetapi saya juga enggak pernah terlibat di permainan nota dinas itu,” elak Saply. Ditanya mekanisme nota dinas, Saply pun menyatakan tak tahu. “Saya juga enggak pernah tahu,” singkat Saply.

Baca :   Oknum Wartawan Disebut Dapat Paket Rp6,8 M, Katanya Agar Tidak Jadi Sorotan Media

Menurut Saply, sewaktu ditanya mengenai pemotongan nota dinas mengenai anggaran dirinya hanya mendengar saja. “Mendengar dari beberapa orang saja. Saya juga enggak pernah memahami benar terkait nota dinas itu,” katanya.

Mendengar pernyataan itu, Subari geram dan bertanya apakah Saply tidak pernah bertanya ke bupati mengenai nota itu.

“Benar, saya juga enggak pernah tahu nota dinas. Saya enggak tahu nota dinas itu apa, saya tegaskan lagi,” ungkapnya.

Subari lantas bertanya apakah benar Saply pernah mendapatkan paket. Karena menurut rekanan dan saksi Saply pun mendapatkan beberapa pengadaan, dan yang mengerjakan itu JS dan S.

“JS dan S ini kenal saya. Tapi saya tegaskan tidak pernah menerima paket pekerjaan,” sanggah Saply. (ang/sur)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini