Lampung Raya Rekrutmen CPNS 2019, Pemkab Lamteng Usulkan 451 Tambahan Pegawai

Rekrutmen CPNS 2019, Pemkab Lamteng Usulkan 451 Tambahan Pegawai

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto saat menghadiri kegiatan PWRI Lamteng, Rabu (19/6). Foto Syaiful Mahrum/radarlampung.co,id

radarlampung.co.id. – Pemkab Lampung Tengah hanya mengusulkan 451 orang dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) 2019. Pasalnya, semua daerah di seluruh Indonesia mengajukan secara berebutan.

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan pengajuan usulan CPNSD 2019 dimasukkan satu-satu yang diprioritaskan honorer.

“Usulannya satu-satu yang mana diprioritaskan honorer guru dan tenaga kesehatan. Semua daerah mengusulkan. Berebut. Usulannya juga secara online. Kita hanya bisa masukan usulan 451 orang,” katanya.

Loekman berharap usulan yang diajukan bisa masuk semua. “Kita berharap usulan yang diajukan bisa masuk semua. Ini harapan kita. Kita tak punya wewenang. Semua kewenangan pusat. Jadi bagi yang belum ter-cover harus bersabar. Kita terus berjuang agar semua honorer di Lamteng bisa diterima semua sebagai ASN,” katanya.

Baca :   KPU Lamteng Tetapkan Anggota DPRD Terpilih, Cek Daftarnya

Hal sama diungkapkan Kepala BKPSDM Lamteng Candra Puasati. Dia menyatakan usulan yang dimasukkan dalam penerimaan CPNS satu per satu. “Satu per satu usulannya. Nggak kayak dulu bisa diusulkan sekaligus. Jadi yang kita ajukan jadi prioritas. Mudah-mudahan bisa masuk semua,” ungkapnya.

Diketahui dari penerimaan CPNSD 2018, Lamteng mendapat kuota 642. Dalam pelaksanaannya ada 52 formasi yang tidak terisi. Formasi tidak terisi terdiri atas 38 tak ada pelamar dan peserta tidak lolos SKD atau tidak memenuhi nilai kumulatif SKD ada 14.

Sedangkan kuota 642 dalam penerimaan CPNS 2018 terdiri atas guru kelas SD pendidikan S-1 PGSD sebanyak 192. Kemudian guru agama Islam 25, Penjasorkes 30, Bahasa Indonesia 11, matematika 11, bahasa Inggris 10, BK 12, IPS 2, PPKn 1, seni dan budaya 3, serta IPA 3. Totalnya 300 guru.

Baca :   Gelar Pilbup Lamteng, KPU dan Bawaslu Butuh Rp114 M

Lalu kesehatan sebanyak 251 dengan terbanyak perawat. Perawat paling banyak 62, administrasi kesehatan 1, bidan 12, asisten apoteker 22, nutrisionis D-3 18, sanitarian 18, perawat gigi 23, nutrisionis S-1 22, penyuluh kesehatan 10, apoteker 3, dokter ahli 28, dokter gigi 30, serta entemolog kesehatan, fisikawan medis, fisioterapis, radiografer ahli, dan radiografer terampil masing-masing 1. Tenaga teknis ada 60 orang. Khusus honorer K2 sebanyak 31 orang prioritas guru.

Kemudian dalam seleksi PPPK, ada 289 dari 471 peserta tes dinyatakan lulus karena memenuhi nilai ambang batas sesuai ketentuan Peraturan Menpan RB No.4/2019. (sya/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini