oleh

Pedagang Shopping Center Merasa Terintimidasi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pedagang Shoping Center yang tergabung dalam Perhimpunan Persaudaraan Pedagang Pusat Perkotaan Kota Metro (P5KM) mengadakan hearing di Ruang OR DPRD Kota Metro, Senin (15/7).

Dalam hearing tersebut, perwakilan pedagang sekaligus Ketua P5KM, Sutan Fahli Arman mengungkapkan bahwa pihaknya selama ini merasa terintimidasi dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Metro yang meminta pedagang angkat kaki dari Shopping Center.

“Kami merasa diusir dari Shopping Center. Kami diintimidasi sejak bulan puasa. Bapak besok pindah kemana? Semua pegawai dinas pasar bertanya seperti itu. Kok ya ada begini,” katanya saat hearing bersama Kepala Dinas Pasar dan puluhan pedagang.

Fahli mengaku, selama ini Disdag tak pernah mengajak pedagang berdialog terkait pembangunan pasar. “Dari surat tersebut kami pedagang merasa terintimidasi. Sudah ditulis eks pedagang dan kami tidak diajak diskusi, tentang pembangunan shopping ini seperti apa,” ujarnya.

Menurut dia, sebetulnya pedagang mendukung untuk dilakukan renovasi dan peremajaan namun bukan pembongkaran. “Kami sangat mendukung, demi kesejahteraan, apabila ada peremajaan atau renovasi. Namun kami seluruh pedagang kiranya diajak dialog, agar tidak menimbulkan permasalahan baru yang ada di Kota Metro,” imbuhnya.

Terlebih, Pasar adalah barometer suksesnya suatu daerah. “Kami sedikit memberi masukan, alasannya apa pembongkaran? Kalau umur bangunan sudah 34 tahun. Apa ada dasar undang-undangnya, atau ada hal tertentu atau darurat. Kalau mau begitu, Monas lebih dulu dibongkar karena lebih tua,” jelasnya.

Fahli juga menyayangkan tidak adanya program yang jelas dari pemerintah terkait gedung shopping. “Yang tahu bentuk shoping itu hidup atau mati, kan pedagang. Pedagang dua minggu sekali ke Jakarta, Medan, Cirebon, dan lainnya. Kalah anggota DPRD, kami seminggu dua kali study banding. Pedagang hendaknya diajak berunding, berdiskusi, berdialog,” tandasnya. (apr/kyd)


Komentar

Rekomendasi