Politika Ini Penjelasan Loekman Terkait Protes PAC PDIP Lamteng di Konfercab

Ini Penjelasan Loekman Terkait Protes PAC PDIP Lamteng di Konfercab

Ketua DPC PDIP Lamteng Loekman Djoyosoemarto. Foto Agung Budiarto/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Dalam Konfercab DPD PDI Perjuangan Lampung, Loekman Djoyosoemarto telah terpilih sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah. Namun terpilihnya Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamteng Agus Hamid dan Bendahara I Waya Eka Mahendra menuai aksi protes PAC-PAC sehingga walkout (WO) dalam Konfercab.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lamteng Loekman Djoyosoemarto menyatakan dirinya bersyukur terpilih lagi memimpin DPC PDI Perjuangan Lamteng. “Alhamdulillah, saya terpilih lagi memimpin DPC PDI Perjuangan Lamteng. Tentunya, kita harus ikut garis-garis kebijakan partai. Salah satunya dalam pemilihan kepala daerah akan mengusung kadernya internnya. Insya Allah, pada Pilkada Lamteng 2020 sayalah yang akan ditunjuk sebagai calon bupati,” katanya di Omah Beguwai Jejamo Wawai, Jalan Lingkar Barat, Kampung Bumimas, Kecamatan Seputihagung, Selasa (16/7).

Terkait PAC-PAC yang WO dalam Konfercab,  Loekman menyatakan itu hak pribadi masing-masing. “Itu hak pribadi masing-masing. Jika merasa tidak sesuai dengan kebijakan partai dan orang per orang, ya kita nggak bisa menolak atau melarang. Monggo-monggo saja. Jika mundur dari PAC, kita akan cari penggantinya yang sesuai AD/ART partai. Otomatis yang WO akan diganti. Masak dibiarin kosong?” ujarnya.

Baca :   DPC PDIP Pringsewu Dorong Pemkab Susun Rencana Induk

Penunjukan ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) DPC PDI Perjuangan, kata Loekman, datang dari pusat langsung. “Penunjukan KSB datang dari pusat langsung. Kewenangan pusat. Saya tidak pernah mengusulkan siapa pun. Saya juga kaget, kok Agus Hamid jadi sekretaris dan I Wayan Eka Mahendra yang jadi bendahara. Konsep saya, Agus Hamid akan ada di jajaran jadi wakil bidang pemenangan pemilu. Sebab, selama ini yang bersangkutan mendampingi saya dalam proses-proses pemilihan bupati yang lalu. Setelah dibuka amplop dari DPP PDI Perjuangan, Agus Hamid terpilih jadi sekretaris. Ini karunia juga ya buat saya, walaupun dia orang baru di jajaran PDI Perjuangan. Tapi, Agus Hamid punya pengalaman yang luas dalam me-manage administrasi,” paparnya.

Kemudian PDI Perjuangan ke depan, kata Loekman, menghendaki semakin tertib. “Partai ini ke depan menghendaki semakin tertib. Diharapkan tak ada lagi kader partai yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini garis partai yang sangat keras,” ujarnya.

Terkait pengaruh protes PAC yang kecewa dengan dipilihnya Agus Hamid dan I Wayan Eka Mahendra sehingga menimbulkan keretakan partai dan akan berpengaruh dalam Pilkada 2020, Loekman menyatakan keretakan-keretakan itu pada saatnya akan menyatu lagi. “Pada saatnya keretakan-keretakan itu akan akan menyatu lagi.

Baca :   DPC PDIP Pringsewu Dorong Pemkab Susun Rencana Induk

Ada pengaruhnya atau tidak pada Pilkada 2020, kita lihat nanti. Saya tak bisa memprediksi dari sekarang. Kalau terjadi keretakan pun tak permanen, mungkin ini emosi sesaat karena kecewa. Tapi, bagaimana nanti melihat kinerja keputusan yang baru ini. Mudah-mudahan para kader yang kecewa paham. Ini toh hasilnya. Seperti kalian kan meragukan kemampuan saya saat dilantik jadi bupati. Setelah tahu, mudah mudahan ada di barisan saya,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, puluhan pengurus PAC PDI Perjuangan Lamteng WO dari lokasi Konfercab di Novotel Hotel, Bandarlampung. Persoalannya banyak pengurus baru di DPC PDI Perjuangan Lamteng tanpa mempertimbangkan kader PDI Perjuangan yang senior. Terutama terpilihnya Agus Hamid sebagai sekretaris dan I Wayan Eka Mahendra sebagai bendahara. Keduanya notabene baru bergabung di PDI Perjuangan pada Pileg 2019. Informasinya, Agus Hamid juga masih kerabat Loekman Djoyosoemarto. Kemudian I Wayan Eka Mahendra merupakan anak Bupati Tulangbawang Winarti. (sya/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini