Lampung Raya Harusnya, Tiap Kecamatan Memiliki Posko Damkar

Harusnya, Tiap Kecamatan Memiliki Posko Damkar

Armada Damkar Tanggamus sudah banyak yang uzur. Dari empat kendaraan, hanya tiga yang masih bisa digunakan. Dua di Pos Kotaagung dan satu di Pos Talangpadang. FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Armada Damkar Tanggamus sudah banyak yang uzur. Dari empat kendaraan, hanya tiga yang masih bisa digunakan. Dua di Pos Kotaagung dan satu di Pos Talangpadang. FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Kondisi kendaraan yang sudah tua membuat armada pemadam kebakaran milik Pemkab Tanggamus tidak bisa difungsikan maksimal. Ini menjadi salah satu penyebab penanganan musibah kebakaran kerap terhambat.

Karena itu diharapkan pemkab dapat menyiapkan pos di setiap kecamatan untuk pemadam kebakaran.

Anggota DPRD Tanggamus Baharen mengatakan, kekurangan personel dan anggaran merupakan alasan klasik yang sering disampaikan. Jika memang memerlukan, DPRD siap membantu dengan syarat diajukan oleh Damkar untuk memaksimalkan pelayanan.

Baca :   Semangat Kemerdekaan Harus Membuat Masyarakat Tanggamus Semakin Solid!

Tetapi itu juga tidak bisa direalisasikan sekaligus. Setidaknya dari beberapa yang diusulkan, ada yang terealisasi. “Memang saya lihat, Damkar kita kurang sigap. Karena masih terfokus di daerah Talangpadang dan Kotaagung saja markasnya. Karenanya kita harapkan agar bisa dibentuk setiap kecamatan seperti UPTD,” kata Baharen.

Ia juga berharap ada skema kerja yang pasti terhadap penanganan kebakaran secara cepat. Sehingga Damkar tanggap sebelum api melalap habis bangunan.

Baca :   Terbukti Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Staf Kejari Bakal Ditindak Tegas

Jarak tempuh juga harus dipertimbangkan. Karena itu perlu menjadi perhatian agar setiap kecamatan memiliki posko Damkar dengan personel dan peralatan yang dibutuhkan.

“Saya sangat setuju jika setiap kecamatan ada damkar sendiri. Setidaknya diutamakan kecamatan yang jauh dan sulit dijangkau. Dengan begitu, saat terjadi kebakaran, bisa langsung ditangani. Bukan seperti sekarang. Contohnya di Semaka baru-baru ini. Jarak yang jauh menyebabkan Damkar terlambat,” tegasnya. (zep/ehl/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini