Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia Siap Cetak Pengusaha Muda

Universitas Teknokrat Indonesia Siap Cetak Pengusaha Muda

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. M. Nasrullah Yusuf didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Dr. H. Mahatir Muhammad bersama para narasumber GerakMU. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Universitas Teknokrat Indonesia bekerjasama dengan Gerakan Wirausaha Muda (GerakMU) menggelar Talkshow Business, di Gelanggang Mahasiswa Teknokrat, Sabtu (20/7)

Talkshow Business ini juga bekerjasama dengan Asosiasi Dosen Indonesia, Forum Rektor Indonesia, dan Universitas Teknokrat Indonesia, menghadirkan Founder BIG Indonesia Dwi Andayani, SE, MM, Founder & CPO Pintro Syarif Hidayat, CEO Harmony Land Group Fitor Muhammad, Co. Founder & CPO Pintaria Dr. Gerald Arif dan Founder & CEO Ngampooz M. Ainur Rony.

Talkshow Business GerakMU ini langsung dimoderatori oleh Ketua Yayasan Pendidikan Teknorat Dr. H. Mahathir Muhammad, SE, MM, dan diikuti para dosen dan mahasiswa. 

Mahathir Muhammad menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mencetak pengusaha muda. “Pelatihan khusus dibimbing langsung oleh praktisi pengusaha muda, akhirnya mahasiswa seluruh fakultas punya tekat untuk menjadi pengusaha,” kata Mahathir.

Penanggung Jawab Kegiatan Gerakan Wirausaha Muda (Gerakmu)-Road Show Campus sekaligus Founder BIG Indonesia Dwi Andayani menabahkan bahwa GerakMU ini merupakan roadshow pertama kali di Indonesia setelah peluncuran beberapa waktu lalu di Universitas Indonesia.

Karena kegiatan Talkshow Business ini kata Dwi, akan dilakukan ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Tujuannya untuk mencetak para Pengusaha muda. “Teknokrat terkenal Kampus sang Juara, maka itu kita ingin melihat potensi yang ada di Teknokrat. Kami berharap lahirnya pengusaha muda dari Teknokrat,” tandasnya.

Saat sambutan, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf mengingatkan bagaimana pihaknua terus merancang dalam membentuk entrepreneur muda.

Nasrullah mengatakan bahwa pihaknya perlu intreprenuer dalam jumlah banyak karena baru 3 persen anak muda menjadi pengusaha. Menurutnya, kondisi ini masih jauh dari negara tetangga seperti Singapura.

“Untuk membangun intreprenuer diperlukan kemampuan seseorang menjalankan usaha sendiri secara kreatif dan inovatif,” pungkasnya. (gie/kyd)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini