Berita Utama Di SMA Ini, Siswa Baru Hanya Empat Orang

Di SMA Ini, Siswa Baru Hanya Empat Orang

Kegiatan belajar mengajar di SMA Wijaya Bandarlampung tetap berjalan meskipun jumlah murid bisa dihitung dengan jari. Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Tahun ajaran baru 2019/2020 bagi sejumlah sekolah swasta di Bandarlampung diawali dengan kabar kekurangan peserta didik. Selain SMA Sriwijaya yang hanya mendapat tiga siswa baru, SMA Wijaya Bandarlampung juga mengalami nasib serupa. Di SMA ini hanya ada empat peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020.

Namun, semangat untuk terus memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik tidak surut. Salah satu guru SMA Wijaya, Ruminta Pardosi mengatakan, dirinya tetap semangat mengajar anak didiknya meskipun hanya sedikit.

“Tetap semangat untuk mengajar, dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Saya juga bangga kepada anak-anak yang tetap mau belajar meskipun hanya sedikit jumlahnya. Mereka masih datang ke sekolah untuk belajar. Kita berharap sekolah swasta dapat hidup kembali,” ujarnya, Senin (22/7).

Sementara, siswa kelas X SMA Wijaya Bandarlampung, Heni Septia mengatakan, ia memilih SMA Wijaya karena dekat dengan tempat tinggalnya. Dan juga karena saat mendaftar ke SMA Negeri ia tidak diterima karena jarak sekolah dengan rumahnya jauh.

“Awalnya mencoba negeri karena kemarin saat zonasi tidak keterima. Meskipun muridnya sedikit tapi semangat saya tetap 100 persen. Karena percuma kalau sekolahnya bagus tetapi muridnya kurang diperhatikan, jadi kalau di sini kita lebih diperhatikan oleh guru. Jadi lebih enak,” ujarnya.

SMA Wijaya sendiri totalnya punya peserta didik berjumlah 12 siswa. Rinciannya terdiri dari kelas X sebanyak 4 orang, dan kelas XII sebanyak 8 orang.

Sebelumnya diberitakan di SMA Sriwijaya Bandarlampung tercatat hanya ada tiga peserta didik. Meskipun peserta didik baru tahun pelajaran 2019/2020 hanya tiga orang, proses pembelajaran tetap dilakukan dengan menggunakan kurikulum 2013 dan KTSP.

Kepala Sekolah SMA Sriwijaya Liza Fatriany,I.Z., mengatakan, seluruh siswa di SMA Sriwijaya berjumlah 12 orang yang terdiri dari Kelas X sebanyak 3 orang, XI 4 orang, dan XII sebanyak 5 orang.

“Iya, memang seperti ini keadaannya. Peserta didik baru kita ada 3 orang. Kemarin ada juga yang mau masuk, anaknya dari SMP Negeri, tapi saya saranin buat sekolah di swasta yang bagus. Karena kasihan kalau masuk ke Sriwijaya. Kalau anaknya putus sekolah, atau paket, ya kami terima tapi kan kadang ada yang mau ada yang tidak. Tapi kalau anak mampu, kalau bisa bersekolah di sekolah yang lebih bagus,” kata Liza, Jumat (19/7).

Wakil Kepala SMA Sriwijaya, Destrin menuturkan, bukan hanya sekolahnya saja yang mengeluhkan sedikitnya jumlah siswa baru, tetapi juga beberapa sekolah swasta di Bandarlampung.

“Ya kita ingin ada pemerataan di sekolah swasta, jadi butuh perhatian juga. Karena yang mengajar di swasta ini juga tidak main-main. Guru-gurunya mempunyai gelar sarjana, dari perguruan tinggi ternama, bahkan guru di sini juga ada yang sudah sertifikasi. Ya karena kita ingin mentransfer ilmu yang kita dapat ke anak-anak, meskipun di sini hanya sedikit muridnya, tetap kita lakukan,” ungkapnya. (rur/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini