Lampung Raya Ini Dia Tiga Kecamatan di Lamsel Penunggak Pajak Terbesar

Ini Dia Tiga Kecamatan di Lamsel Penunggak Pajak Terbesar

Sosialisasi Pendataan Potensi PKB di Aula Krakatau Lamsel, Selasa (23/7). Foto Yuda Pranata/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Tiga Kecamatan yang ada di Lampung Selatan menjadi target penarikan dan memverifikasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara door to door. Sebab, ketiga kecamatan yang paling banyak Menunggak pajak.

Ketiga kecamatan itu yakni Kecamatan Kalianda, dengan potensi tunggakan sebanyak 10.691 unit, Kecamatan Natar sebanyak 15.178 unit, dan Kecamatan Tanjung Bintang 8.676 unit.

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPTD Wilayah II Samsat Kalianda Agustami, M.Si, yang menilai masih banyaknya tunggakan PKB di Provinsi Lampung, hingga 31 Desember 2018 sebesar Rp1,297 triliun dari 1.964.925 unit kendaraan bermotor yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Dia menjelaskan, salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung adalah dari sektor pajak daerah, salah satu diantaranya adalah PKB yang merupakan penyumbang tertinggi penerimaan daerah.

Baca :   Urus Administrasi Pertanahan di Lamsel, Selesai Dalam 74 Menit

Namun dalam kenyataannya, belum semua potensi penerimaan PKB tergali secara optimal. Hal tersebut disebabkan masih banyaknya kendaraan bermotor yang menunggak membayar PKB dan dapat dihitung sebagai potensi PKB yang dapat ditagih.

“Kami datang ke Pemda ini untuk mensosialisasi pendataan dan verifikasi akan menagih pajak secara door to door di wilayah Kabupaten Lampung Selatan,” katanya di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, selasa (23/7).

Menurut Agustami, data potensi PKB tersebut perlu diverifikasi guna memastikan kendaraan bermotor tersebut benar-benar ada dan dapat dipungut pajaknya.

“Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Pendapatan Daerah telah melakukan pendataan secara door to door dengan cara mendatangi langsung alamat wajib pajak untuk dilakukan pendataan dan verifikasi. Dan kemudian dilakukan pemilihan potensi pajak yang masih aktif dan menyisihkan data yang tidak dapat lagi dianggap sebagai potensi,” ujarnya.

Baca :   Tahap Awal, Pasang 25 Tapping Box di Tanggamus

Sementara, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lampung Selatan, Supriyanto mendukung apa yang telah di programkan oleh Dispenda, dengan cara tersebut dapat meminimalisir tunggakan.

Selain itu, dia juga berharap, dapat mengingatkan para wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotornya, sehingga lebih praktis, cepat dan mudah bagi para wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya.

“Karena tingginya angka yang belum membayar pajak kendaraan, sangat berpengaruh terhadap capaian target pendapatan yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Lampung Selatan,” Supriyanto. (yud/wdi)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini