Berita Utama Waspada! “Keponakan Kepsek” Berkeliaran  Hipnotis Siswa

Waspada! “Keponakan Kepsek” Berkeliaran  Hipnotis Siswa

Pelajar SMPN 23 Bandarlampung yang didampingi orang tuanya saat akan melaporkan kasus hipnotis ke Malpolresta Bandarlampung, Selasa (23/7). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID
Pelajar SMPN 23 Bandarlampung yang didampingi orang tuanya saat akan melaporkan kasus hipnotis ke Malpolresta Bandarlampung, Selasa (23/7). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Tujuh siswa SMPN 23 Bandarlampung diduga menjadi korban hipnotis. Kasus ini dilaporkan ke Mapolresta Bandarlampung, Selasa (23/7). Mereka adalah AP (14), AK (13), FR (14), NG (14), YB (14), IR (14), dan RH (14).

Menurut AK, saat itu ia dan tiga rekannya sedang menunggu angkutan kota (angkot) di depan sekolah, Jalan Jenderal Sudirman, Enggal, Senin (22/7). Lantas, ada seorang pemuda yang mengaku utusan dari sekolah.

“Sekitar pukul 15.30 WIB, kita sempat tatapan mata. Kemudian (orang itu) bilang keponakannya kepala sekolah (kepsek). Bicaranya meyakinkan. Bilang bantuin angkatin seragam sekolah dari pak Jokowi. Nggak tau kenapa, kok kita langsung masuk aja ke mobil. Kayak dihipnotis,” kata AK saat akan melapor ke Mapolresta.

Baca :   Leopard Mengaspal di Bandarlampung

Anak-anak itu kemudian masuk ke mobil dengan pelat nomor Jakarta dan dibawa ke sebuah lahan perkebunan di belakang C-Plaz Rajabasa. Saat itu para pelajar merasa ada yang aneh.

“Di jalan, kita semua ditanya-tanya kelas berapa, umur berapa, ngerokok apa enggak. Yang sopan ya nanti, gitu katanya,” timpal AP, pelajar lainnya.

Merasa ada yang tidak beres, saat turun dari mobil, mereka berusaha lari dan dikejar oleh pemuda itu. Sementara tas berisi buku dan ponsel ditinggal di dalam mobil.

“Dia kejar, kita lari. Sampai sudah jauh sangking kita takutnya. Biarin saja HP sama baju kita tinggalin, asal selamat. Pulang ke rumah pakai angkot,” sebut  siswa kelas VIII tersebut.

Sementara Beti, ibu RH yang mewakili orang tua lainnya melaporkan kasus ini mengungkapkan, saat pulang, anaknya terlihat pucat. “Dia pulang itu lemes sama pucat mukanya. Ma, jangan marah dulu. Aku ini habis dihipnotis, dibawa keliling sama orang. Terus tas aku sama HP di mobil itu,” kata Beti menceritakan pengakuan anaknya.

Baca :   BERSIAP DISUMPAH

Sementara Juriyati, salah seorang guru mengungkapkan, kasus ini dilaporkan  untuk mencegah hal tersebut terjadi kembali. Sebab sebelumnya sudah ada tiga siswa yang juga menjadi korban.

“Tiga anak lainnya ini cerita kepada saya dan sempat ditanya-tanya orang yang sama saat sepulang les, tidak jauh dari sekolah. Namun saat itu dia hanya menjawab sambil menatap ban. Sebab curiga mobil ini datangnya mencegat  dan mereka langsung kabur,” tandasnya. (mel/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini