Lampung Raya Ini Penyesuaian Dalam APBDP Pesawaran 2019

Ini Penyesuaian Dalam APBDP Pesawaran 2019

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyerahkan serahkan draft raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 kepada Ketua DPRD M. Nasir dalam paripurna, Senin (29/7). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyerahkan serahkan draft raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 kepada Ketua DPRD M. Nasir dalam paripurna, Senin (29/7). FOTO FAHRURROZI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Sejumlah catatan terangkum dalam penyusunan Rancangan APBD Perubahan 2019 untuk dilakukan perubahan terhadap asumsi-asumsi pendapatan, belanja dan pembiayaan yang dipakai. Hal itu terungkap dalam rapat paripurna penyampaian Raperda APBD Perubahan Pesawaran 2019 di gedung DPRD setempat, Senin (29/7).

Dalam sambutannya, Bupati Dendi menjelaskan sejumlah catatan mendasar yang harus dilakukan pada APBD Perubahan. Di antaranya optimalisai pendapatan asli daerah dengan menggali potensi yang ada dan memungkinkan dapat direalisasikan sampai akhir tahun.

Kemudian penyesuaian penerimaan daerah yang bersumber dari dana perimbangan sebesar Rp4,457 miliar; penyesuaian belanja yang diselaraskan dengan program pemerintah pusat dan rencana penerimaan daerah sampai akhir tahun.

Baca :   ”Mohon Maaf, Belum Seluruh Aspirasi Terwujud”

Selanjutnya penyesuaian belanja secara umum mengalami kenaikan sebesar Rp4,702 miliar. ”Lalu penyesuaian

atas pembiayaan, baik penerimaan maupun pengeluaran tahun anggaran 2019. Atas hasil audit BPK RI, penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Silpa sebesar Rp3,526 miliar dari semula direncanakan sebesar Rp51,506 miliar,” kata Dendi.

Dijelaskan, total pendapatan daerah setelah perubahan diproyeksikan sebesar Rp1,341 triliun dari sebelum perubahan sebesar Rp1,291 triliun atau naik Rp50,182 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah Rp8,219 miliar.

Baca :   BERSIAP DISUMPAH

Kemudian dana perimbangan yang bersumber dari dana bagi hasil pajak atau bagi hasil bukan pajak naik Rp4,457 miliar. Selanjutnya dari pos lain-lain pendapatan daerah yang sah naik Rp37,505 miliar. Sumbernya alokasi dana bagi hasil pajak dari provinsi.

Untuk belanja daerah setelah perubahan dialokasikan sebesar Rp1,343 triliun dari sebelum perubahan Rp1,339 triliun atau naik Rp4,702 miliar. ”Berdasar uraian ini, disimpulkan bahwa rencana pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp1,341 triliun yang dialokasikan untuk rencana belanja sebesar Rp1,343 triliun. Terjadi defisit sebesar Rp2,526 miliar,” urainya. (ozi/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini