oleh

Flash 2019 Tingkatan Pemahaman dan Perkembangan Ekonomi Syariah

Radarlampung.co.id Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia provinsi Lampung kembali menggelar kegiatan Festival Lampung Syariah (Flash) 2019.

Kegiatan rutin tahunan yang telah dilaksanakan sejak 2016 tersebut berlangsung di Mall Boemi Kedaton (MBK) 29 Juli-Agustus 2019.

Acara akan diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya Talkshow dan Seminar, booth pameran, perlombaan seperti Entrepreneur Muda Syariah, Nasyid, Story Telling Kisah Nabi, Da’i Cilik, Hijab Fashion Show, serta Manual Brewing, dan penyerahan Program Sosial Bank Indonesia serta donor darah.

Kepala BI Lampung Budiharto Setyawan mengatakan, festival ekonomi syariah ini diselenggarakan oleh seluruh KPw Bank Indonesia dengan tema yang berbeda-beda. Ini merupakan rangkaian kegiatan menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2019 dan  Sharia Economic Festival (ISEF) 2019.

“FESyar nantinya akan digelar di tiga regional, yakni Sumatera, Jawa dan Indonesia Timur. Sedangkan untuk ISEF biasanya digelar di Surabaya, namun tahun ini akan diselengarakan di Jakarta,” katanya dalam perayaan Flash 2019 di Mall Boemi Kedaton, Selasa (30/7).

Mengusung tema Penguatan Ekonomi Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lampung, Flash 2019 merupakan upaya BI Lampung dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Lampung mengenai perkembangan ekonomi syariah.

Terlebih, sambung Budiharto, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia cukup menjanjikan. Berdasarkan laporan Islamic Financial Service Board (IFSB), aset perbankan syariah Indonesia berada di peringkat ke-9 terbesar secara global, mencapai USD28,08 miliar. Berdasarkan Global Islamic Finance Report 2017, aset keuangan syariah menempati peringkat ke-10 secara global, mencapai USD66 miliar.

Sambung dia, untuk mewujudkan berbagai potensi dan mengatasi tantangan perkembangan ekonomi syariah, Bank Indonesia telah menerbitkan blueprint pengembangan ekonomi syariah. Fokus strategi pengembangannya selaras dengan program nasional pemerintah yaitu mendukung pencapaian kemandirian ekonomi nasional.

“Strategi utama tersebut ditopang oleh tiga pilar pengembangan yaitu pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, serta penguatan riset dan edukasi ekonomi syariah,” tandasnya. (Ega/kyd)

Komentar

Rekomendasi