oleh

Asik, 22.626 Keluarga di Tuba Terima Program BPNT

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bupati Tulangbawang Winarti resmi me-launcing kartu Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Balai Kampung Dwiwarga Tunggaljaya, Kecamatan Banjaragung, Selasa (30/7).

Program ini merupakan peralihan dari program Bansos Rastra melalui kartu E-Warung untuk warga yang kurang mampu dan terdaftar dalam Basis Data Terpatu (BDT) di Kementerian Sosial (Kemensos).

Bupati Tulangbawang Winarti mengatakan, tujuan program BPNT adalah mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM), memberikan gizi yang lebih seimbang, serta meningkatkan ketepatan sasaran dan waktu penerimaan bantuan.

“Saya mengapresiasi kinerja Dinas Sosial. Karena ini seirama dengan 25 program pemerintah Kabupaten Tulangbawang yang pro rakyat,” kata Winarti.

Baca :   Wakapolda Bersama Bupati Tuba Tinjau Pilkakam Serentak

Winarti berpesan agar bahan pokok seperti beras yang disiapkan untuk warga dapat berkualitas sesuai standar yang dikonsumsi pada umumnya.

Selain itu, Winarti juga menginstruksikan Dinas Sosial agar fokus dalam penyaluran bantuan-bantuan lainnya.

“Saya ingin bantuan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat penerima, begitu pula bantuan-bantuan yang lain. Jadi jika ada yang tidak tepat sasaran segera sampaikan kepada saya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulangbawang Ahmad Syukur dalam laporannya menjelaskan, jumlah KPM BNPT Kabupaten Tulangbawang sebanyak 22.626 keluarga yang memenuhi kriteria, jumlah tersebut telah ditetapkan dan terdaftar di dalam BDT. Terdiri dari 12.428 KPM PKH dan 10.198 KPM Non PKH.

Baca :   Bupati Winarti Sambangi Kantor KPK

Setiap bulannya, terang Syukur, bantuan melalui mekanisme uang elektronik dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dengan nominal Rp110 ribu per kartu.

Nantinya, lanjut dia, KPM dapat menukarkan saldonya di E-Warong yang bekerja sama dengan himbara atau bank penyalur yakni Bank Mandiri, dengan cara menggesek KKS di mesin Elektrik Data Capture (EDC) menjadi beras dan telur.

“Ada 49 E-Warong yang tersebar di 15 kecamatan se Kabupaten Tulangbawang. Namun, E-Warong belum bisa menjangkau semua kampung, karena ada kampung yang terkendala sinyalnya. Solusinya digabung dengan kampung yang ada sinyalnya,” tandasnya. (nal/sur) 



Komentar

Rekomendasi