oleh

Inilah Para Juara Pidato Bahasa Mandarin Lampung 2019

Radarlampung.co.id – Lomba Pidato Bahasa Mandarin 2019 yang diadakan Badan Koordinator Pendidikan Bahasa Mandarin Lampung  akhirnya mendapatkan para juaranya.

Grand final yang berlangsung di Atrium Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandarlampung memutuskan juara 1 Kategori SD diraih Mischa Denise Tjahjadi (Pelita Bangsa), juara 2 Bryan Wu (Pelita Bangsa), dan Janice Priscilla Muliawan (BPK Penabur) sebagai juara 3.

Kemudian, Juara 1 Kategori SMP disabet Stella Marcellina (Pelita Bangsa), kedua Clarine Topan (Pelita Bangsa), dan ketiga Elbert Tristan Lie (Pelita Bangsa).

Sementara juara 1 Kategori SMA dan Umum dimenangkan Nikolas Albertus (Alumni SMA Xaverius Pahoman), kedua Victoria Huang Shiyi (SMA Pelita Bangsa) dan ketiga Nicholas Sylvester Suryaputra (Alumni Pelita Bangsa).

Para Pemenang mendapatkan trophy dan hadiah uang tunai yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Provinsi Lampung, Sulfakar. Selain itu, ada hadiah tambahan berupa uang tunai dari Ketua TP-PKK Kota Bandarlampung Eva Dwiana kepada siswa yang berprestasi tersebut.

Sulpakar berharap ajang ini ke depannya bisa diikuti seluruh sekolah yang ada di Lampung. Sebab, Bahasa Mandarin sangat dibutuhkan oleh anak bangsa guna memperluas akses interaksi yang beragam, baik itu dalam mempelajari budaya etnis itu sendiri juga untuk melancarkan bisnis kepada negara lain.

Hal itu mengingat, Bahasa Mandarin saat ini sudah digunakan di beberapa negara seperti Taiwan dan Singapura. “Bahasa Mandarin bagus untuk di dunia pendidikan dan didunia usaha,” ujar Sulfakar.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Koordinator Pendidikan Bahasa Mandarin Lampung, Steven Cheng mengatakan, mengenalkan dan mengedukasi siswa lain untuk lebih tertarik belajar bahasa mandarin menjadi pekerjaan rumah baginya ke depan.

Ia menerangkan,untuk mempelajari bahasa mandarin memang sulit bila tidak tau triknya. “Kesalahan pertama dari pengajar adalah meminta siswa untuk fokus mempelajari huruf mandarin, padahal yang harusnya di intensifkan lebih ke percakapannya”, ujarnya.

“Saya juga teringat satu lagi ucapan pak Sulpakar, yaitu sebelum mempelajari bahasa lainnya pelajari bahasa indonesia dengan baik terlebih dahulu karena NKRI itu harga mati. Itu sangat benar walaupun kita berbeda etnis bahasa indonesia lah yang menyatukan kita, sedangkan bahasa mandarin dibutuhkan dalam dunia kerja dan mengenal budaya lainnya,” tanbahnya. (cw1/kyd)



Komentar

Rekomendasi