oleh

Cermati, Ini Penampakan DPO Curas yang Kabur Gunakan Mobil Polisi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pengejaran pelaku aksi baku tembak yang melibatkan Tim Resmob Polres Lampung Tengah (Lamteng) dengan DPO kasus pencurian dan kekerasan (curas) bernama Abdul Lahab masih terus berlanjut.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menuturkan, hingga saat ini petugas Polres Lampung Tengah dengan di backup Polda Lampung masih terus melakukan pemburuan terhadap pelaku.

“Sampai saat ini masih dalam pengejaran, kita terus upayakan semaksimal mungkin,” ujar mantan Kapolres Meranti ini kepada radarlampung.co.id, Rabu (7/8).

Menurutnya, tindakan petugas yang mencoba melakukan penangkapan terhadap pelaku sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) kepolisian. “Itu sudah sesuai SOP, kalau tidak dari pertama saja sudah ditembak. Jadi penembakan itu dilakukan untuk melumpuhkan,” kata Pandra.

Perlawanan pelaku dengan menggunakan senjata api ini menambah panjang daftar peredaran senjata api di wilayah Provinsi Lampung.

Sebelumnya pada Kamis (1/8), Polda Lampung dan jajaran baru saja merilis hasil Operasi Sikat Krakatau 2019 dengan tangkapan dan penyerahan senjata api rakitan (senpira) dari para pelaku tindak kejahatan maupun masyarakat.

Setidaknya, ada sebanyak 216 pucuk senpira yang terdiri dari 8 pucuk senpi hasil tangkapan, 17 pucuk senpi rakitan laras panjang hasil penyerahan, dan 316 pucuk senpi rakitan laras pendek hasil penyerahan. Kesemuanya telah diamankan di Mapolda Lampung.

Dengan itu, Pandra mengimbau kepada petugas kepolisian untuk lebih preventif dari maraknya peredaran senpira di Lampung.

“Imbauan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi intelejen untuk melakukan pengawasan dan juga peran dari masyarakat sendiri. Apabila menemukan peredaran senajata ilegal bisa dilaporkan secara berjenjang ke perangkat desa,” imbau Pandra.

Selain itu, apabila masyarakat mengetahui keberadaan pelaku yang diketahui warga Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah untuk sesegera mungkin melaporkan ke kepolisian terdekat.

“Seperti pelaku ini, dia kan mengalami luka-luka. Jangan sampai tidak ada peranan warga masyarakat untuk melaporkan keberadaan tersangka apabila betul-betul ciri khas yang ditampilkan sesuai,” pungkasnya. (ang/sur)

Komentar

Rekomendasi