Lampung Raya Loekman Serahkan Bantuan untuk KWT

Loekman Serahkan Bantuan untuk KWT

Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto menyerahkan bantuan peralatan home industry untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati, Kampung Astomulyo, Kecamatan Punggur, Senin (12/8). FOTO DISKOMINFO LAMPUNG TENGAH
Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto menyerahkan bantuan peralatan home industry untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati, Kampung Astomulyo, Kecamatan Punggur, Senin (12/8). FOTO DISKOMINFO LAMPUNG TENGAH

radarlampung.co.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati, Kampung Astomulyo, Kecamatan Punggur, menerima bantuan peralatan home industry dari Pemkab Lampung Tengah. Penyerahan dilakukan langsung Bupati Loekman Djoyosoemarto, Senin (12/8).

“Peralatan home industry ini sangat bermanfaat bila dikelola dengan baik. Bantuan ini sebagai wujud dari kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang memiliki kreativitas di bidang home industry. Mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Loekman.

Loekman menuturkan, pengembangan suatu usaha membutuhkan langkah-langkah yang lebih matang dan terobosan. “Harus ada pengembangan usaha. Proses penjualan diupayakan mampu meraup keuntungan lebih besar. Jangan membudayakan menjual barang dalam bentuk mentah. Harus berpikir menjual hasil olahan itu sudah berbentuk kemasan,” ujarnya.

Baca :   Rekrutmen CPNS, BKPSDM Tanggamus Tunggu Informasi Pusat

Pemerintah daerah, kata Loekman, siap menunjang kreativitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita siap membantu kreativitas masyarakat. Masyarakat atau kelompok dapat mengaplikasikan modal yang diberikan. Jangan sampai pemerintah memberikan bantuan, namun nilai bantuan itu lebih besar dari dari modal yang dimiliki kelompok atau masyarakat yang menerima,” tegasnya

Sementara, Ketua KWT Sekar Melati Rohani memaparkan, kelompoknya telah merintis usaha pembuatan keripik, dodol, sirup, dan selai dari buah nanas.

Baca :   Satu Lagi Perampok di Jalan Tol Ditangkap, Lainnya, Tunggu Saja!

“Dimulai dari nol dengan membentuk kelompok. Kegiatan jimpitan dan arisan.
Alhamdulillah, kreativitas ini telah membuahkan hasil. Setidaknya lahan untuk menanam nanas ini sudah luas sebagai bahan baku,” katanya. (rls/sya/ais)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini