Wisata Pimpinan Media Lampung Penuhi Undangan Konjen Tiongkok

Pimpinan Media Lampung Penuhi Undangan Konjen Tiongkok

Ketua PSMTI Lampung Christian Chandra (tiga dari kiri) bersama Pimpinan dan pemimpin redaksi sejumlah media massa di Lampung sebelum terbang ke Tiongkok, Minggu (11/8) kemarin. Turut serta dalam rombongan itu GM Radar Lampung Purna Wirawan (empat dari kanan). Foto Ist

radarlampung.co.id- Konsulat Jenderal Tiongkok melalui Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung dan Han Chinese Learning Center mengundang sejumlah pemimpin redaksi dan media massa di Lampung berkunjung ke Tiongkok selama tujuh hari. Setidaknya ada dua kota yang bakal disinggahi rombongan. Yakni Shanghai dan Shanxi.

Salah diantara pimpinan media massa yang diundang itu adalah GM SKH Radar Lampung Purna Wirawan. Rombongan berangkat Minggu (11/8). Hal ini merupakan upaya Tiongkok memperkenalkan budaya tradisional dan pesatnya teknologi mereka. Budaya tradisional yang terjaga dengan baik itu bisa dilihat di Kota Shanxi. Sementara untuk sisi teknologinya, Shanghai menjadi rujukan.

Baca :   WNI Rayakan HUT RI di Konjen Shanghai

Sebelum berangkat, para Pemred dan pimpinan media massa tersebut terlebih dahulu bertemu Ketua PSMTI Lampung Christian Candra dan pengusaha Tata Indra. Dijelaskan Christian Chandra, kunjungan para Pemred dan pemimpin media Lampung ke Tiongkok tersebut merupakan langkah positif.

Kejutan lainnya, rombongan juga bertemu Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. dan Ketua TP PKK Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Bandara Radin Inten II.

Baca :   Shanghai Jadi Kota Modern Dalam 27 Tahun

Menurut Christian Chandra, banyak ilmu yang bisa dipelajari dari Tiongkok. ’’Juga ada peluang usaha yang pastinya bisa dijajaki, dikembangkan oleh pengusaha Lampung dan Tiongkok,” katanya.

Hal senada juga diungkap pengusaha Lampung, Tata Indra. Dijelaskannya, Tiongkok saat ini sudah sedemikian maju. Indonesia, diakui Tata, tertinggal dibandingkan Tiongkok. Karena itulah, orang Lampung harus belajar dari kemajuan yang telah dicapai Tiongkok. ’’Kita tentunya perlu belajar dari Tiongkok,” katanya. (pur/wdi)

 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini