Hukum Kriminal Polda Panggil Saksi Ahli Dugaan Ijazah Palsu Caleg di Lambar

Polda Panggil Saksi Ahli Dugaan Ijazah Palsu Caleg di Lambar

ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Polda Lampung terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana penggunaan ijazah palsu dengan terlapor SR yang merupakan caleg asal Lampung Barat (Lambar).

Kuasa Hukum pelapor Robert O Auran mengatakan, saat ini untuk memperdalam perkara ini para penyidik Polda Lampung memanggil saksi ahli.

“Kami tahu setelah mengambil surat SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan), dan kami dapat informasi jika Polda sudah memanggil saksi ahli,” ujarnya, Senin (12/8).

Robert menambahkan, langkah yang diambil Polda Lampung termasuk sangat cepat. “Dan ini juga sangat jelas untuk penegakan hukumnya. Karena ini akan sangat berpengaruh terhadap kualitas anggota DPRD nantinya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Lampung AKBP Daniel Binsar Manurung membenarkan adanya pemeriksaan saksi ahli. “Ya benar, terkait ijazah kita masih lakukan lidik,” jawabnya.

Saat disinggung mengenai berapa jumlah saksi yang telah dipanggil, Binsar -sapaan akrabnya- tidak mau berkomentar banyak terkait teknis. “Nanti saja, masih kita lidik,” tegasnya.

Berdasarkan informasi, saksi ahli yang digunakan adalah akademisi Unila Eddy Rifai. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan membenarkan hal tersebut.

“Iya, Jumat (9/8) kemarin, seperti biasa dimintai bantuan dan masuk BAP,” tegasnya.

Eddy enggan berkomentar banyak lantaran masuk hal teknis pemeriksaan. “Saya belum bisa berkomentar banyak,” tuturnya.

Dikabarkan, caleg bersangkutan berasal dari PPP. Ketika dikonfirmasi, Ketua DPC PPP Lambar Maspajoni menyampaikan jika pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berlangsung di Polda Lampung.

“Dari awal kami sudah sampaikan ke yang bersangkutan dengan dua kali kami panggil. Kemudian terakhir hasil verifikasi aktual kami juga sampaikan ke KPU dan diteruskan ke Panwaslu kabupaten,” jelasnya

“Saat ini kami serahkan semuanya ke hukum. Dan kami nanti lihat sampai terakhir, dan sampai inkrah bagaimana selanjutnya proses hukum ini berjalan,” terangnya.

Ia juga mengaku sampai saat ini tidak ada komunikasi dari yang bersangkutan kepada DPC PPP Lambar. “Ya kalaupun tidak ada komunikasi kami akan tetap mengadakaan pembelaan terhadap kader kami, itu pun dibutuhkan yang bersangkutan. Dan kami hanya menungu saja, apapun keputusan hukum kita lihat,” ungkapnya. (ang/sur) 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini