oleh

Wabup Waykanan Harapkan Peserta Studi Tiru Pulang Membawa Ilmu Pengembangan Kopi

radarlampung.co.id – Wakil Bupati Waykanan Edward Antony berharap peserta studi tiru replikasi kelembagaan bisnis dan kemitraan pasar ekspor Kopi Robusta mendapatkan ilmu dalam kunjungan ke Koperasi Mitra Malabar Jawa Barat. Terutama pengetahuan terkait cara menghasilkan biji kopi yang lebih bermutu dan menembus pasar ekspor.

Hal ini disampaikan Edward saat melepas peserta studi tiru di rumah dinas, Senin (12/8). ”Diharapkan koperasi bisa menjadi lebih kuat dan dapat bersaing. Sesuai dengan visi dan misi Waykanan Maju dan Berdaya Saing. Yakni mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah menuju keunggulan kompetitif dan komparatif,” kata Edward Antony.

Menurut dia, dalam menjalankan usaha perkoperasian, sumber daya manusia, yakni pengurus-pengurusnya memerlukan pengetahuan yang benar. Karena itu diperlukan cara, bagaimana mencari akses pemasaran guna memperkuat usaha koperasi.

Baca :   Ngopi Wine, Bahas Pengembangan Wisata di Lambar

”Untuk itulah, pemerintah sebagai fasilitator bagi koperasi-koperasi kopi yang ada di Waykanan, melakukan MoU dengan Bank Indonesia terkait akses pengembangan usaha kopi,” tegasnya.

Di Waykanan, perkebunan kopi tersebar di Kecamatan Banjit, Kasui, Rebangtangkas, Baradatu, dan Gununglabuhan. Luas perkebunan kopi rakyat mencapai 25.895 hektare dengan produksi 13.355 ton per tahun.

”Kopi merupakan hasil utama perkebunan di Way Kanan. Namun secara umum, peran kopi sebagai sumber pendapatan petani belum menggembirakan. Harga di tingkat petani selalu pada kondisi suboptimal dan tidak menguntungkan,” tukasnya. (sah/ais)

Komentar

Rekomendasi