oleh

Pesan WA Berujung Maut, Paman Tewas di Tangan Keponakan   

radarlampung.co.id – Cemburu setelah membaca percakapan dalam aplikasi WhatsApp (WA) membuat Supriyanto (33), gelap mata. Warga Pemangku Cempedak Pekon Padangtambak, Kecamatan Waytenong, Lampung Barat itu membunuh Ahmad Zaini (35), yang masih terhitung paman istrinya.

Kapolsek Sumber Jaya Kompol Arjon Syafri R. mengatakan, pembunuhan bermula ketika Ahmad Zaini mengirimkan pesan WA ke ponsel Wijayanti, istri Suprianto. Isinya, “Sesuk wae tak ewangi wadahi sawi (Besok saja, saya bantu menempatkan sawi)”.

Pesan tersebut dibaca oleh Supriyanto. Sekitar pukul 22.00 WIB, Senin (12/8), ia mendatangi kediaman Ahmad Zaini untuk meminta penjelasan. “Di kediaman korban, mereka cekcok. Setelah itu, tersangka kembali ke rumah,” kata Arjon mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi, dalam ekspose Selasa (13/8).

Baca :   DPO Kasus Pemerkosaan Polda Banten Tertangkap di Cukuhbalak

Ternyata Supriyanto belum puas. Satu jam kemudian, ia kembali mendatangi rumah Ahmad Zaini dengan membawa istrinya. Harapannya, persoalan WA ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Terlebih mereka masih memiliki hubungan keluarga.

Namun keduanya kembali cekcok di ruang tamu. Saat itulah, Supriyanto mengambil golok yang ada di ruangan tersebut. “Melihat tersangka memegang golok, korban berlari keluar. Namun tersangka mengejarnya,” sebut dia.

Baca :   Ratusan Pelamar CPNS Lambar Gugur Lebih Awal

Supriyanto kemudian menyerang Ahmad Zaini yang sudah berada di halaman. Saat itu ia sempat menangkis hingga tangannya terluka.

“Korban terjatuh dan tersangka kembali menyerang ke arah leher belakang dan kepala. Ia tewas di halaman rumahnya,” urai Arjon.

Dalam kasus ini, terus Arjon, pihaknya akan menjerat Supriyanto dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. “Kita mengamankan barang bukti satu unit HP Samsung milik istri tersangka, HP korban, golok, baju korban, kaos singlet, dan dua unit motor,” kata dia. (ius/nop/ais)



Komentar

Rekomendasi