oleh

Disorot KPK, PT HMA Nyerah Kelola Parkir Bandara

RADARLAMPUNG.CO.ID – Setelah disorot KPK RI beberapa waktu lalu, PT Hesadiwanto Mandiri Air (HMA) mundur dari pengelolaan parkir bandara Radin Inten II Lampung Selatan.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Radin Inten II Lampung Selatan, Asep Kosasih Samapta menjelaskan, hal itu berdasarkan surat yang diajukan PT HMA kepada pihaknya, Rabu (14/8).

“Setelah mundur, pengelolaannya langsung oleh UPBU denggan sistem penuh Badan Layanan Umum (BLU). Jika plat merah tidak ada kewajiban membayar pajak daerah,” ujarnya, Kamis (15/8).

Baca :   Bupati Winarti Sambangi Kantor KPK

Pada dasarnya, kata Asep, pihaknya sangat mendukung Pemkab Lamsel untuk menggali potensi pajak dari sektor pajak di Branti II. Namun keputusan mundurnya PT HMA di luar kendali mereka.

“Kami sebagai UPBU tidak memiliki kewenangan apapun terkait pembayaran pajak oleh pihak swasta yang bekerjasama dengan bandara, termasuk PT HMA,” jelasnya.

Sementara, Pimpinan PT HMA Hery Suliyanto mengatakan mundurnya pihaknya dalam pengelolaan parkir bandara dikarenakan tidak sanggup membayar pajak parkir jika dibebankan pihaknya. Sebab dia mengklaim selama ini PT HMA mengalami kerugian.

Baca :   Bupati Winarti Sambangi Kantor KPK

“Faktanya, urusan parkir ini selalu merugi. Satu bulan saja PNBP nya Rp350 juta. Kemudian sehari Rp13 juta. Sementara karyawan ada 42 orang. UMR saja sudah berapa? Babak belur saya. Jadi sangat tidak mungkin kalau harus bayar pajak daerah 30 persen dari pendapatan kotor,” kata dia. (abd/sur)



Komentar

Rekomendasi